Sabtu, 06 November 2010

PUISI PUISI PUISI

DI KOTA INI

Hujan menggerus usia

cerita dan peristiwa seperti tersesat

di gorong-gorong pengap penuh sampah.

Sementara bayanganmu tampak kuyup di banjir cileuncang

namun buyar digilas roda yang melintas.

Kekasih, aku kesepian di kota ini ,

berjalan jinjit menelusuri trotoar basah

meratapi umur yang luruh dimamah musim.

Lampu-lampu rindu di pinggir jalan

seakan pucat mengiringi tahun-tahun yang berlalu cepat.

Sebenarnya masih kusimpan kenangan kita meramu sendu

saling mengungkap kegelisahan

sambil menyimak bercucurannya peluh tukang rokok serta ketabahan penjual koran.

Masih kutata apik kisah kita

dekat tiang listrik serta di sebuah parkiran lama.

Kekasih, aku kesepian di kota ini ,

berjalan jinjit menelusuri trotoar basah

meratapi umur yang luruh dimamah musim,

meratapi tubuh yang renta, disapa resah cuaca.

OKTOBER 2010

TAFAKUR JARAK

TAFAKUR JARAK

Apabila kita terlalu dekat

punah sudah kelezatan rindu

sayang,

mari kita tafakuri

jarak ini.

2010

Senin, 03 Mei 2010

BIOGRAFI DIRI

RIAN IBAYANA lahir di Ciwidey Bandung Selatan. 25 April 1988. Belajar menulis secara otodidak. Sekarang aktif bergiat di MAJELIS SASTRA BANDUNG dan Komunitas Layung Beureum Ciwidey. Beberapa puisinya dimuat di TABLOID MQ, KABAR PRIANGAN, RADAR TASIKMALAYA, Koran Galura, JURNAL BOGOR, SUARA PEMBARUAN, SRIWIJAYA POST, SINAR HARAPAN serta Situseni.com.
Beberapa Puisinya masuk dalam antologi
Berjalan Ke Utara ( UPI 2010)
Festival Bulan Purnama Majapahit ( Dewan Kesenian Mojokerto 2010) serta yang paling hangat antologi Puisi BERSAMA GERIMIS ( MAJELIS SASTRA BANDUNG 2011) dan MUNAJAT SESAYAT DOA (LEUTIKA PRIO 2011), KEPINGAN KEHIDUPAN (2011)
Sekarang tinggal di Kp Ciwidey Tengah RT 01 RW 10 no 12 desa Ciwidey kecamatan Ciwidey kabupaten bandung 40973. no hp 087822832631. alamat e mail r.r.sanjaya@gmail.com

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...