Minggu, 26 Agustus 2012

RADAR SUARABAYA 26 AGUSTUS 2012

RUMAH SINGGAH

Rindu yang berkali-kali singgah
kemudian berbenah
menjelma pintu-pintu bisu.
Perjalanan tertata rapi di lemari buku
bersama kenangan yang kian usang dan berbdebu.

jalan pikiran pecah di ubin kecoklatan
terbentur pada dinding yang dipenuhi gambar hewan
slogan serta propaganda
ah rumah singgah yang dulu ramah
melahirkan bayi-bayi yang mengerikan

sepi mengintai dari celah pentilasi
bertamu
berbenah diri.


2010


DI GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT, AKU MENGENALMU SEPERTI MENGENAL PUISI BARU

Angin menuntaskan berpuluh-kilometer perjalanan
lewat perkenalan dan jabat tangan.
Aku melihat puisi di kantung matamu
juga dari rambutmu kutemukan kalimat bersalju.

Ketika angin selatan berpapasan dengan angin utara.
Kita beranjak ke dalam ruang berdinding lukisan
dengan lampu besar yang menyala.
kita intim dalam kata, tenggelam dalam mantra.

Udara mencekam, hujan menggedor jendela kayu ruang itu
segalnya diam
namun kata kembali menderas seperti getar pesawat yang melintas
ataupun gemuruh topan yang ditunggangi seribu puisi.
Kita mabuk dalam pusaran yang sama, pusaran kata.

Angin menuntaskan berpuluh-kilometer perjalanan
lewat perkenalan dan jabat tangan.
Sejenak kita lupa pada laju kereta maupun lalu-lalang kendaraan
kita hanyut dalam bingar kata,
dalam bingar kata.




GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT


MENUJU LUHUR YANG TERANG

Mendalami bahasa angin yang berangsur-angsur lurus
menghayati peristiwa yang tekun meliris peristiwa baru
adakalanya mesti kuistirahatkan sajak demi sajak yang bergejolak memahat jejak
atau menyimpan larik-larik yang biasa memulas langit dengan beraneka kelir.

Di Cikahuripan
Adalah isyarat kesucian.
Sudah saatnya kubasuh topeng resah di wajah ini
membenamkan batin dalam bening mata air,
percikan demi percikan sejuk dari sumur berdinding lumut

 Di Lawang Saketeng,
kemudian beranjak pada seikat niat
untuk menentukan kiri dan kanan, memilih musim yang kelak melenggangkan jalan
antara getir terang atau anggunnya kegelapan.

 Di Palawangan Ibu,
segalanya bermula dari gang sempit ini
episode kalahiran yang melangitkan nyeri dan derap perjuangan.
Adalah tafakur tak terukur, ketika merenungkan detik pertama si mungil menghirup udara.

Di Pupur Ibu,
kasih sayang tak terhingga melimpah ruah
tak terselami, lebih dalam dari palung tersunyi.
Dekapan hangat, timang nasihat
belaian yang menyejukan prahara, mendiamkan badai.

 Di Kokoncoran,
adalah tangga pengujian
memanah mendung, mengarungi jeram
membaca lembut kabut ataupun memahat batu menjadi tugu.

 Di Keraton, adalah sebuah kedudukan
kewibawaan yang fana

 Di Puncak Manik, segalanya kembali pada kepasrahan.
Memusnahkan cadas kesombongan
Tunduk di bawah Ke-Maha Luasan-Nya
Luhur yang Terang

Dan pada akhirnya sampailah jua satu persatu pandangan mata

meraba cerita serta tanggal-tangal di tubuh batu purba

memalingkan muka dari arus jaman yang kadang menghanyutkan langkah dan pandang.

dapat jua kita saksikan ketabahan-ketabahan silam

isyarat kerja keras ketegaran mengukir takdir serta mengokohkan laju usia.

 Dan pada akhirnya  sampailah jua petuah-petuah itu  meluruskan deru waktu


CIWIDEY 2012


Rabu, 15 Agustus 2012

ALAMAT EMAIL SURAT KABAR TERKINI TERKINI


 BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. 

1. Republika

sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com

Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

2. Kompas

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

3. Koran Tempo

ktminggu@tempo.co.id

Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,-  honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.

4. Jawa Pos

sastra@jawapos.co.id

Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 900.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.

5. Suara Merdeka

swarasastra@gmail.com

Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

6. Suara Pembaruan

koransp@suarapembaruan.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

7. Suara Karya

redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional

tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Seputar Indonesia

redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com

Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Pikiran Rakyat

khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com

Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

11. Tribun Jabar

cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com

Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

12. Kedaulatan Rakyat

redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Joglo Semar (Yogyakarta)

harianjoglosemar@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Minggu Pagi (Yogyakarta)

we_rock_we_rock@yahoo.co.id

Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

15. Surabaya Post

redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

16. Radar Surabaya

radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

17. Lampung Post

lampostminggu@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.

18. Berita Pagi (Palembang)

huberitapagi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Sumatera Ekspres (Palembang)

citrabudaya_sumeks@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Padang Ekspres

yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

21. Haluan (Padang)

nasrulazwar@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Singgalang (Padang)

hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Riau Pos

budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

24. Sumut Pos

redaksi@hariansumutpos.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

25. Jurnal Medan

nasibts@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

26. Analisa (Medan)

rajabatak@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Sinar Harapan

redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

28. Jurnal Cerpen Indonesia

jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

29. Majalah Horison

horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com

Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

30. Majalah Esquire

cerpen@esquire.co.id

Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

31. Majalah Sabili

elkasabili@yahoo.co.id

Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

32. Majalah Suara Muhammadiyah

redaksism@gmail.com

Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

33. Majalah Ummi

kru_ummi@yahoo.com

Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,-  ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.

34. Majalah Kartini

redaksi_kartini@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.

35. Majalah Alia

majalah_alia@yahoo.com

Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

36. Majalah Femina

kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat.

37. Majalah Sekar

sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit.

38. Majalah Story

story_magazine@yahoo.com

Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

39. Majalah Gadis

redaksi.gadis@feminagroup.com

Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 850.000,- ditransfer seminggu setelah majalah terbit.

40. Majalah Annida-online

majalah_annida@yahoo.com

Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.00,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.

41. Majalah Bobo

bobonet@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

42. Kompas khusus Cerpen Anak

opini@kompas.co.id, opini@kompas.com

Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

43. Tabloid Nova

nova@gramedia-majalah.com

Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

Minggu, 29 Juli 2012

KHAZANAH PIKIRAN RAKYAT MINGGU 29 JULI 2012

MUSEUM

Sudah saatnya aku mengunjungimu kembali
berpaling dari mata zaman yang kerap menyilaukan.
Izinkan kubangun ulang ta'arufku padamu
yang hampir pudar dibakar matahari kekinian.
Biar kukecup punggung tanganmu yang berlukis kisah purba.
Jari-jarimu adalah prasasti, sedangkan di telapak tanganmu tergambar
liku sejarah.

Sudah saatnya aku mengunjungimu kembali
memutar-balikan langkah melawan deras jam yang menghanyutkan.
Izinkan kupelajari ulang kejayaan silam di tubuhmu yang kini tebal berdebu.
Sehingga dapat kuperbaiki bentuk dayung
serta lebar perahu biar tak tenggelam di jeram kekeliruan.

Sudah saatnya aku mengunjungimu kembali
memeluk setiap centi dingin tubuhmu.
Kembali menafsirkan aliran darah yang kaya dengan petuah-petuah leluhur
meraba setiap tonjolan urat-uratmu yang mengisyaratkan perjuangan.

Sudah saatnya aku mengunjungimu kembali
meramaikan kesunyian yang hinggap berabad-abad.
Kemudian izinkan kunikmati matamu yang pusaka,
kulit halusmu yang berlukis naskah tua
dan kekuatan langkahmu yang serupa roda kereta.

Sudah saatnya aku mengunjungimu kembali
meninggalkan tajamnya abad baru yang keliru.
Mari kutata ulang romantismu lama yang hampir musnah.
Biar kudekap mesra tubuhmu, menyatukan diri menjadi menhir maupun candi
yang tak lekang diterpa zaman.


APRIL 2010



SABUNG PATANA
saat isi kepala melambung, mengabarkan pekik gelisah yang terhimpit di
ruang sempit
amarah bergejolak melakoni pentas yang tak jua retas
sementara derai-derai kebenaran seperti asap tanpa wajah
punah harmoni dari degup jantung, derap langkah didera debar resah

saat semua sadar, ribuan peta telah karam di danau
sementara ruang tenang terbelenggu deretan gembok
maka
bung
bung
bung
pekik si jago membahana dengan jantan
kaki-kaki tajam mengeruk tanah
sayap mengepak tegas
paruh mematuk perkasa

saat segala cara lebur dalam debur
sebelum lahir prahara dari ketidaksepahaman kepala
bung
bung
bung
maka
saatnya sabung digelar


2011

Kamis, 31 Mei 2012

KABAR PRIANGAN 30 MEI 2012

PRASASTI

I

Dan pada akhirnya sampailah jua

satu persatu pandangan mata

meraba cerita serta tanggal-tangal di tubuh batu purba

memalingkan muka dari arus jaman yang kadang menghanyutkan

langkah dan pandang.


II

Dan pada akhirnya

dapat jua kita saksikan ketabahan-ketabahan silam

isyarat kerja keras

ketegaran mengukir takdir

serta mengokohkan laju usia.


III

Dan pada akhirnya

sampailah jua petuah-petuah itu

meluruskan deru waktu.



2010


LELAKI KECAPI


Ada yang lebih dekat dari karat yang mencatat nama-nama di tubuh besi tua

hal yang merekatkan selatan dan utara meski hanya suara yang
melukiskan pentas dunia.

Ada yang lebih dekat, yang terikat saat gerak jam tak mampu lagi
merekam laju jantung

degup demi degup tiada lagi terangkum.


Tak ada lagi yang perlu dilarat dari bulan-bulan yang melintas pada rel sepi

dari gerbong-gerbong yang menggendong nafas-nafas sunyi

segalanya telah tercatat, telah terekam peluit kereta maupun deru keramaian.


Tak ada yang perlu di resahkan

semua telah digenapkan lewat jentring yang menentramkan

dan dia tau kemana mesti menepi.


2011


MENCEKIK ANGKA-ANGKA

-almarhumah Levi Selviani


Mengingatmu, melambung gelisah ke langit

Bagaimana caranya membisukan getar jam yang terus mendengkur

Getar  jam yang terus menggerus kekebalan, menggerus kekuatan.

Aku ingin mendiamkan waktu kemudian menegukmu

Hingga debar-debar rindu menguap dan kita terlupa bahwa hari akan berubah kelir.


Merindukanmu, melambungkan denyut harap ke angkasa

Bagaimana caranya mendiamkan langkah abad yang terus bergerak.

Senyummu bergulir , mengikis perjalanan

Kemudian membentuk dirinya jadi prasasti, jadi Nisan.


Sebab rindu mengeras cadas

Aku ingin berhenti di dulu

Mencekik angka-angka di kalender

Membakarnya.



2012



http://www.epaper.kabar-priangan.com/

Kamis, 10 Mei 2012

GADIS BERAMBUT PIRANG MASUK SEBUAH KUMPULAN CERPEN


Berikut nama – nama pemenang Lomba Cerpen Perdana
Penerbit “Sahabat Kata” tema Cinta Pertama

Alhamdulillah, akhirnya tuntas juga program lomba menulis cerpen perdana yang diadakan penerbit self publishing sahabat kata. Sebelumnya kami selaku panitia mengucapkan terimakasih banyak atas antusias peserta, bahkan banyaknya peserta diluar dugaan kami. Yang kami hanya perkiraan mencapai maksimal 200 peserta, mengingat sahabat kata selfpublishing yang baru memulai gaungnya. Justru lebih dari 3 kali lipatnya. Hal ini membuat kami semangat, dan pastinya sulit mencari 25 peserta terbaik, mengingat semua cerpen yang dikirim bagus-bagus.
Dan alhasil setelah kami pertimbangkan, kami memilihnya menjadi 85 peserta, setelah beberapa kami melakukan 3 kali tahap eliminasi.
Sebelumnya, untuk yang belum terpilih, jangan berkecil hati dan sedih. Tetap semangat, karena lomba ini hanyalah satu diantara perlombaan yang banyak diadakan oleh seluruh penerbit.

25 Cerita terbaik keputusan Juri

Juara 1 : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 350 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 2    : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 300 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 3 : Voucher Penerbitan sahabat kata senilai 250 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku


Juara 1
Yang Datang Terlambat
Karya Nadya Eka Lestari

Juara 2
Re  
Karya Aulia Musla Mustika

Juara 3
Mengambang di Bahtera Gamang
Karya Syihabul Furqon

Voucher Penerbitan Paket Percaya Diri senilai 150 ribu + sertifikat (bagi yang memesan buku akan dikirim fisik, namun yang tidak kami akan kirim via email)


23 Cerita terbaik
  1. Kata yang hilang – Thoni Mukharrom
  2. Sunlight – Artie Ahmad
  3. Aku mencintaimu, Sangat! - Andi Ayuni Dara Uleng
  4. Aku, Hujan & Kamu – Indi Trini Humaera
  5. I Found You – Candhry Lupita
  6. Cinta Pertama? - Titi Nurmala Kekenusa
  7. Cinta Pertamaku ? – Roma DP
  8. Cintaku kandas sepulang merantau – Latif Nur Janah
  9. Kidung Kutukan dalam puisi – Ratih Mandalawangi
10.  Lentera Rinduku – Ambar Syafaatun
11.  Letter – Eny Puji Lestari
12.  Gadis Berambut Pirang – Rian Ibayana
13.  Pencerita Cinta yang bijak - A’yat Khalili
14.  Purnama Telah Mati – Ayu Saraswati Ramadhany
15.  Danau – Melia D. Kasturi
16.  Menanti Cinta Di dalam kegelapan – Hardyansyah
17.  Memoar Layar Tancap - Aditya D. Sugiarso
18.  Bidadari Beraroma Diksi – Sandza ( Irwan Sanja)
19.  Gadis Pencuri Cahaya Bulan – Aulia Nur Inayah
20.  Rumah Kertas – Desy Susanti
21.  Rumus Cinta – Nida Fadlilah
22.  Sebuah Masa Lalu - Lady Hafidaty R.K

Senin, 09 April 2012

RADAR TASIKMALAYA 8 APRIL 2012

SEPEDA ANAK

cerita masa kecil melaju di sepeda biru roda tiga
dengan perlahan menggilas keramik rumah
menggilas gang demi gang
menggilas waktu yang merentakan setiap kayuhan.
pikiran-pikiran mungil melambung seiring lagu anak yang diperdengarkan.
bergeraklah nak
sebab usia berputar seiring rotasi roda
semakin jauh
kayuh dengan cepat
dan berlarilah.
2012


SAMPAI DRAMA INI BERAKHIR

Ingin kusetubuhi potretmu dengan leluasa
lewat hasrat liarku hingga dapat kau kecap,
nafasku yang berantakan.
Hasratku menggila
kulumat kehormatan potretmu
seperti penjajah
melumat habis tanah jajahannya.
Ketidakberdayaanmu
berarti kejayaanku
maka rasakanlah
kekuatan serta ambisi
ang mengalir dalam aortaku.
Jangan menjerit
mendesahlah untuku
agar tak sia-sia kebejadanku.
Berbaringlah...!
Biar kulipat hari-harimu dalam dadaku
Karena berantakan pula nafasmu.
Sampai drama ini berakhir
disambut sorak sorai dan tepuk tangan.
SEPTEMBER 2010


MEMOTONG RAMBUT

Memotong rambut, mengakhiri musim sunyi
yang mengendap di dada kanan dan kiri.
Menutup pentas gelisah cuaca.
Cahaya gemilang kelap-kelip di hadapan
semakin ke atas semakin terang.
Lama sudah, beban-beban bergelayut di raut rambut
terkadang menarik ke belakang
hingga langkah oleng, limbung jalan.
Memotong rambut, menamatkan alamat lama
memburu ruang baru.
2010


HALAMAN MALAM

Anyir sepi menyeruak ke ruang malam
Seiring lampu neon yang sengaja dipecahkan
Tak ada ruang buat menambatkan temali
Kebenaran yang kental tumpah di ubin
Tak ada yang lebih lindap selain kehilangan kebebasan
Tak ada yang lebih jalang s
elain mengarungi bulan yang bergetar dalam getir
Ketika musnah waktu minum susu,
musnah waktu menenangkan gelisah
musnah waktu mengubur debur huru-hara.
Anyir sepi menyeruak ke ruang malam
seiring lampu neon yang sengaja dipecahkan
hilang ruang untuk bersidekap memahami ketentraman langit
hilang ruang untuk menumbuk butir takdir dan memahami ketentraman bumi.
“Saat setiap kepala merasa benar, saat itulah dunia makin nanar”
2011


DUKA MENGENDAP DI DEKAT TIANG TOKO

duka mengendap di dekat tiang toko
di bawah remang cahaya neon
ternyata nasib tak seritmis gerimis
memeras jantung dan memaksa memahat jejak ini
gelisah yang semakin hari semakin kenta
ltumpah di ubin orange depan mall yang telah mendengkur
usia yang mengahadap pagar trotoar
melahirkan bayangan di lengang jalan
duka mengendap di dekat tiang toko
langit seperti menaburkan memar
saat runcing kilat mendenyutkan ungu subuh
ah, tak ada yang menghampiri malam ini
hanya angin dan gaung sunyi
sebab hidup harus tetap bersidekap
langkah ini bergulir mantap
2012


PRAHARA

sesak
seperti tak pernah dia temui jalan datar
tangga demi tangga makin memuncak
sementara dadanya berdetak
melebihi nada dering di handphone
melebihi ketiukan-ketukan dari dalam mobil yang memanggil mesra
lelah
seperti tak pernah dia temui pijar fajar
maupun raut matahari
begitupun dengan cahaya dan kunang-kunang
seperti meredupkan degup
lalu menghilang
jenuh
dia seperti hilang seluruh.
2012



KE KOTA LUKA II
-tragedi Bima

patahkan kuas
bakar kanvas di tanganmu
tiada lagi yang mesti dilukis
sebab tetes demi tetes darah lebih pekat dari cat
lihatlah ke tenggara, di pagi buta langit memerah amarah
pelabuhan kota dibingkai luka
hilang rasa keadilan adalah takdir terlindap
patahkan kuas
bakar kanvas di tanganmu
tiada lagi yang mesti dilukis
sebab hidup ada di bawah ancaman
moncong bedil dan tajam belati
serta taring kekuasaan
hilang rasa kemanusiaan adalah tragedi tergelap

ujung 2011

Jumat, 09 Maret 2012

100 PUISI ANTOLOGI KOMUNITAS SASTRA RUMAH SUNGAI LOMBOK TIMUR

1) A Ashly Nugraha M - Mencari Nada yang Hilang

2) A.Ganjar Sudibyo – Oratorium

3) A’yat Khalili - Sketsa Bukit Sajadah

4) AF Kurniawan - Sepanjang Hidup Yang Mengahadap Matamu

5) Ahmad Ijazi H - Pelayaran Gerhana

6) Anisa Juniarti - Hitam dan Putih

7) Andi Magadhon - Fragmen Pelaut Muda

8) Arlin Widya Safitri – Jendela Melewati Dua Musim

9) Arther Panther Olii - Puisi-Puisi yang Kubaca di Beberapa Bagian Tubuhmu

10) Arther Panther Olii – Semesta Nama Bunda

11) Anisa Purwa Ningrum – Haus Kasih-Mu

12) Avinda Aminatun - Tanyaku Mengapa

13) Baiq Westi Rahmi - Bukan Benalu

14) Baqiyatussolihat – Kembaliku Padamu

15) Budhi Setyawan - Metafora (1)

16) Darihan Mubarak – Di Bawah Atap Gereja

17) Dalasari Pera - Di Kotamu, Kurekam Gambar-Gambar

18) Dianna Firefly – Sajak Kita Yang Tak Ada

19) Dika Agusta - Perempuan Hujan

20) Diyas Rifka Annisa - Hembusan Angin Januari

21) Dimas Indianto S - Fragmen doa dalam hujan

22) Drygin Dayaningrum - Tentang Rerumputan

23) Deri Hudaya – Cerita Anjing Pada Blues

24) En Kurliadi Nf – Seorang Perempuan di Kolam Sorban; Ibu

25) Emingga Sartiana - Syair Adam Hawa

26) Fadhila Eka Ratnasari - Tentang Puisi Cinta Yang Terselip Di Antara Debu

27) Fanni Supenda – Pak ‘Maling’ Yang Terhormat

28) Fanny Ys - Rindu, Bromo

29) Febri mira rizki - Sejoli terjerat di ruang mimpi

30) Fida’ Husain - Cerita di Pagi Hari

31) Fina Lanahdiana - Cerutu Yang Terus Menerus Melubangi Paru-Paru

32) Fitri Masruroh - Alpa Pada Asa

33) Gilang Kencana - Aku dan Bintang Masa Laluku Adalah Kosong

34) Hadi Kurniawan AR – Introvertebrata

35) H.C Luthfie - Diksi Kematian

36) Irfan Fauzi - Di Bawah Naungan Gubug Reot

37) Ibnu Ardhy – Perempuan Bisu

38) Indra Prasetyo - Menanti Datangnya Hujan

39) Iin Munawaroh - Pemudaku dalam Ekor Anak Angsa

40) Ika Pasca Himawati – Kau Tahu Kawan ?!

41) Ima Santika Jayati - Bicara pada Tuhan yang Sama

42) Istianah Qudsi Falkhi - Do’a Sebatang Mangrove

43) Jun Nizami - Kepada Perempuan Laut

44) Kemas Ferri Rahman - Sepucuk Surat buatmu, dan Beberapa Do’a Sederhana yang Terselip di dalamnya

45) Khairunnisa - Aku Melihatmu ( Lebih Dari Disepanjang Kau Menoleh Aku: Sedetik Saja)

46) Khilmatushofa - Sepucuk Surat Untukmu Ayah :

47) Kirom Semburat Cahaya – Caleg Muda

48) Lailatul Kiptiyah - Kepada yang Jauh

49) Lauh Sutan Kusnandar - Gedoran Mutakhir

50) Lina Kelana - Tentang Perbincangan Yang Tak Lekas Memberi Kesepakatan Setelah Denting Ke Sembilan Mengetuk – Ngetuk Pintu Rumah Dan Jendela Kaca

51) La Ode Gusman Nasiru - Yang Aku Ingat

52) Marsus Ala Utsman - Lecutan Suara Burung

53) Mar’atun Solihah – Pertemuan Kali ini

54) Muhammad Irwan Aprialdy - Rumah Hujan

55) Muhammad Khoirul Atqiya’ – Maaf

56) Mario F Lawi – Retina

57) Muhammad Madun Anwar – Ibuku

58) Muhammad Anugerah Firdaus – Ternyata Gugur

59) Maria Heni Krisnasari – SRI

60) Muhammad Ramli – Tinta Kotor Tinta

61) Majenis Panggar Besi - Sepanjang Taba Terunjam hingga Liku Sembilan

62) Malam gerimis - Menuju Rumah Kekasih

63) Maulana Satrya Sinaga - Cerita Singkat Tentang Keluargaku Sebelum Pasang Gelombang

64) Meidi Chandra - Hanya Manusia

65) Meylan Lolita - Jika Kau Merasa Kehilangan, Pastikan Semua Akan Baik-Baik Saja

66) Niken Larasati - Bukan Petaka, Namun Pengorbanan

67) Nenni Makmun - Sebuah Perjalanan

68) Nida Faradillah – Tuhan

69) Nasibatul Mahmudah – Gadis Kecil Itu

70) Novia Rispawati – Nasib Seorang Pengemis

71) Nurlaelan Puji Jagad - Ikrar Pagi

72) Pretty AW - Figur Syahadah

73) Rizky Muhammad Alfajar – Perempuan Biru

74) Reni Nurhasanah – Aku Berpijak di atas Bebanmu

75) Rahmat Hidayat – Manusia dan Tuhan

76) Rahman Bustami Hidayat – Rona Merah

77) Rassela Malinda – Perempuan Tua Yang Berpeluh Air Mata dan Darah Ini Adalah Ibumu

78) Reza Anindita - Testimoni Pengungsi

79) Rian Ibayana - Sabung Patana

80) Sami’an – Pesan Untukmu

81) Sandza - Lukisan Gurat Urat Ayah

82) Sadheva D (Zahid Panji Sadewo) - Dansa Purnama

83) Septantya Chandra – Parfum

84) Sinar Yunita Purba - Kharispia, Teduh Di Antara Penat...

85) Sujud Arismana - T r i

86) Suci Nurani wulandari - Ada dan semudah itu

87) Siti Khumairah – Dongakkan Khayal

88) Shofiana Amini Rizki – Untuk Selamanya

89) Saniatul Husna – Siput Tak Bercangkang

90) Siti Aisyah Juliana – Sahabatku

91) Taufiqoh Rahma – Terjatuh

92) Udin Sape Bima - Bima Kembali Berduka

93) Umi Lutfiah - Untukmu, Ibu

94) Uswatun Hasanah – Kisah Siswa Gadungan

95) Wahyu Ardhiana Anggraini - Aku Memanggilnya Ibu

96) Widya Ajeng Pemila - Tak Perlu Lagi

97) Wicha Spicca Breeze - Palung Keimanan

98) Wulan (Luna Sancaka) - Anak Bangsa Hari Ini 17082010

99) Winarni Lestari - Jangan Ketuk Jendela Kamarku

100) Yori Kayama - Tentang Dini Hari

Jika ada kesalahan penulisan nama penulis dan judul puisi, segera beritahukan ke admin. bagi semua peserta lomba, baik yang lolos maupun yang tidak lolos, karyanya akan dimuat secara bertahap di buletin embun. salam sastra.

TTd

Panitia Lomba

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...