Kamis, 31 Mei 2012

KABAR PRIANGAN 30 MEI 2012

PRASASTI

I

Dan pada akhirnya sampailah jua

satu persatu pandangan mata

meraba cerita serta tanggal-tangal di tubuh batu purba

memalingkan muka dari arus jaman yang kadang menghanyutkan

langkah dan pandang.


II

Dan pada akhirnya

dapat jua kita saksikan ketabahan-ketabahan silam

isyarat kerja keras

ketegaran mengukir takdir

serta mengokohkan laju usia.


III

Dan pada akhirnya

sampailah jua petuah-petuah itu

meluruskan deru waktu.



2010


LELAKI KECAPI


Ada yang lebih dekat dari karat yang mencatat nama-nama di tubuh besi tua

hal yang merekatkan selatan dan utara meski hanya suara yang
melukiskan pentas dunia.

Ada yang lebih dekat, yang terikat saat gerak jam tak mampu lagi
merekam laju jantung

degup demi degup tiada lagi terangkum.


Tak ada lagi yang perlu dilarat dari bulan-bulan yang melintas pada rel sepi

dari gerbong-gerbong yang menggendong nafas-nafas sunyi

segalanya telah tercatat, telah terekam peluit kereta maupun deru keramaian.


Tak ada yang perlu di resahkan

semua telah digenapkan lewat jentring yang menentramkan

dan dia tau kemana mesti menepi.


2011


MENCEKIK ANGKA-ANGKA

-almarhumah Levi Selviani


Mengingatmu, melambung gelisah ke langit

Bagaimana caranya membisukan getar jam yang terus mendengkur

Getar  jam yang terus menggerus kekebalan, menggerus kekuatan.

Aku ingin mendiamkan waktu kemudian menegukmu

Hingga debar-debar rindu menguap dan kita terlupa bahwa hari akan berubah kelir.


Merindukanmu, melambungkan denyut harap ke angkasa

Bagaimana caranya mendiamkan langkah abad yang terus bergerak.

Senyummu bergulir , mengikis perjalanan

Kemudian membentuk dirinya jadi prasasti, jadi Nisan.


Sebab rindu mengeras cadas

Aku ingin berhenti di dulu

Mencekik angka-angka di kalender

Membakarnya.



2012



http://www.epaper.kabar-priangan.com/

Kamis, 10 Mei 2012

GADIS BERAMBUT PIRANG MASUK SEBUAH KUMPULAN CERPEN


Berikut nama – nama pemenang Lomba Cerpen Perdana
Penerbit “Sahabat Kata” tema Cinta Pertama

Alhamdulillah, akhirnya tuntas juga program lomba menulis cerpen perdana yang diadakan penerbit self publishing sahabat kata. Sebelumnya kami selaku panitia mengucapkan terimakasih banyak atas antusias peserta, bahkan banyaknya peserta diluar dugaan kami. Yang kami hanya perkiraan mencapai maksimal 200 peserta, mengingat sahabat kata selfpublishing yang baru memulai gaungnya. Justru lebih dari 3 kali lipatnya. Hal ini membuat kami semangat, dan pastinya sulit mencari 25 peserta terbaik, mengingat semua cerpen yang dikirim bagus-bagus.
Dan alhasil setelah kami pertimbangkan, kami memilihnya menjadi 85 peserta, setelah beberapa kami melakukan 3 kali tahap eliminasi.
Sebelumnya, untuk yang belum terpilih, jangan berkecil hati dan sedih. Tetap semangat, karena lomba ini hanyalah satu diantara perlombaan yang banyak diadakan oleh seluruh penerbit.

25 Cerita terbaik keputusan Juri

Juara 1 : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 350 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 2    : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 300 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 3 : Voucher Penerbitan sahabat kata senilai 250 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku


Juara 1
Yang Datang Terlambat
Karya Nadya Eka Lestari

Juara 2
Re  
Karya Aulia Musla Mustika

Juara 3
Mengambang di Bahtera Gamang
Karya Syihabul Furqon

Voucher Penerbitan Paket Percaya Diri senilai 150 ribu + sertifikat (bagi yang memesan buku akan dikirim fisik, namun yang tidak kami akan kirim via email)


23 Cerita terbaik
  1. Kata yang hilang – Thoni Mukharrom
  2. Sunlight – Artie Ahmad
  3. Aku mencintaimu, Sangat! - Andi Ayuni Dara Uleng
  4. Aku, Hujan & Kamu – Indi Trini Humaera
  5. I Found You – Candhry Lupita
  6. Cinta Pertama? - Titi Nurmala Kekenusa
  7. Cinta Pertamaku ? – Roma DP
  8. Cintaku kandas sepulang merantau – Latif Nur Janah
  9. Kidung Kutukan dalam puisi – Ratih Mandalawangi
10.  Lentera Rinduku – Ambar Syafaatun
11.  Letter – Eny Puji Lestari
12.  Gadis Berambut Pirang – Rian Ibayana
13.  Pencerita Cinta yang bijak - A’yat Khalili
14.  Purnama Telah Mati – Ayu Saraswati Ramadhany
15.  Danau – Melia D. Kasturi
16.  Menanti Cinta Di dalam kegelapan – Hardyansyah
17.  Memoar Layar Tancap - Aditya D. Sugiarso
18.  Bidadari Beraroma Diksi – Sandza ( Irwan Sanja)
19.  Gadis Pencuri Cahaya Bulan – Aulia Nur Inayah
20.  Rumah Kertas – Desy Susanti
21.  Rumus Cinta – Nida Fadlilah
22.  Sebuah Masa Lalu - Lady Hafidaty R.K

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...