Kamis, 02 Mei 2013

RADAR BANTEN ONLINE 9 MARET 2013

http://www.radarbanten.com/read/berita/140/9277/Sajak-sajak-Rian-Ibayana.html

TENTANG JARAK

jika jarak terlalu dekat
punah sudah nikmat rindu

2012


MELELEH

Matahari
     Amarah
           Api Ungun

ada kamu
aku meleleh

2012


FLORENCE TAN

tinggal rindu yang berhasil kukemas dari episode-episode yang menjulur jauh,
bengis musim kerap  melahirkan prahara berkulit drama
tinggal rindu juga yang berhasil ku layarkan menuju langitmu
yang kerap berubah warna di musim salju.

2012


CIWIDEY II

Jika waktu meruncing ke ulu jantung
dan habis daya, paru menimba udara.
Benamkan jasadku di bukit itu,
hempaskan juga kenanganku
bersama silir dingin serta tipis kabut.
Sehingga damai,
setenang batu-batu beku
di dasar tanahnya.

2011


DI BAWAH SELIMUT 


yang rindu dan tua
menikmati bulan-bulan tak berwajah.
Gelap,
siapa menuntun jalan
ke titik yang tepat
berbenah dengan nyaman.
Kini angin tak bisa lagi dipercaya
sebab melahirkan dingin di wujud kemarau, bahkan badai.
Yang rindu, yang menggigil
di bawah selimut
menunggu
dengan wajah lucu

2012


KENANGAN
-Sharon Den Adel

aku mematung di sini, pada beku kota
aliran nafas mengental bersama suara pedagang nasi goreng di lamirin malam
lampu taman yang perkasa tak mampu membuka apa-apa
dari kelam yang melekatkan beberapa riwayat.
hampa, kenangan melesat ke lain langit
menembus cahaya lampu pengendara malam
mendobrak baliho yang baru dipasang.
suram, suaramu hilang ditelan gerimis yang menukik ke atas atap seng kios malam.

2012

Kamis, 14 Maret 2013

DUA PENYAIR CIWIDEY MASUK "ANTOLOGI DARI NEGERI POCI 4 "

Antologi Penyair Indonesia dari Negeri Poci 4

Dua penyair asal Ciwidey, Bandung selatan. Lolos seleksi dan puisinya masuk dalam antologi Penyair Indonesia Dari Negeri Poci 4.

 Rian Ibayana dan Yogira Yogaswara



NEGERI ABAL-ABAL, Antologi Penyair Indonesia Dari Negeri Poci 4
ISBN: 978-602-8966-44-3
Tebal:  722 hal.
Edisi Hard Cover
DAFTAR PENYAIR:
  1. Abah Yoyok
  2. Abdul  Salam H.S.
  3. Adri  Darmadji Woko
  4. Alex Robert Nainggolan
  5. Alya Salaisha-Sinta
  6. Antho M. Massardi
  7. Arther  Phanter Olii
  8. Aspar Paturusi
  9. Astry Anjani
  10. A’yat Khalili
  11. B.  Irawan Massie
  12. B.  Priyono  Soediono
  13. Boedi Ismanto S. A.
  14. Cunong Nunuk Suraja
  15. Dahta Gautama
  16. Dalasari Pera
  17. Daru Maheldaswara
  18. Dedet Setiadi
  19. DG Kumarsana
  20. Dharmadi
  21. Dharnoto
  22. Dianing Widya
  23. Dimas  Indianto S.
  24. Donny P. Herwanto
  25. Dwi Rahariyoso
  26. Eka Budianta
  27. Eko Budihardjo
  28. Elis Tating Bardiah
  29. Endang Werdiningsih
  30. Es Wibowo
  31. Evi Idawati
  32. Fakhrunnas M.A. Jabbar
  33. Farra Yanuar
  34. Frans Ekodhanto Purba
  35. Gunoto Saparie
  36. Hamzah Muhammad
  37. Handrawan Nadesul
  38. Handry T.M.
  39. Hanna Yohana
  40. Hardho Sayoko S.P.B.
  41. Hendro Siswanggono
  42. Hendry  Ch. Bangun
  43. Heni Hendrayani Sudarsana
  44. Herman Syahara
  45. Husnul Khuluqi
  46. Imelda Hasibuan
  47. Isbedy Stiawan Z.S.
  48. J. Btara Kawi
  49. Joshua Igho
  50. Jusuf A.N.
  51. Kurnia Effendi
  52. Kurniawan Junaedhie
  53. Lailatul Kiptiyah
  54. Landung Simatupang
  55. Latief S.  Nugraha
  56. M. Enthieh Mudakir
  57. M.  Djupri
  58. Mardi Luhung
  59.  Mariati Atkah
  60. Memed Gunawan
  61. Moh. Ghufron Cholid
  62. Muhammad Asqalani eNeSTe
  63. Naning Pranoto
  64. Nella S. Wulan
  65. Nia Samsihono
  66. Nissa Rengganis
  67. Oei Sien Tjwan
  68. Prijono Tjiptoherijanto
  69. R.  Valentina Sagala
  70. Rahadi Zakaria
  71. Rahmat Ali
  72. Rahmat Heldi H.S.
  73. Rama Firdaus
  74. Rama Prabu
  75. Ratu Ayu
  76. Rika Istianingrum
  77. Rini Fardiah
  78. Rismudji Rahardjo
  79. Rukmi Wisnu Wardhani
  80. Rian Ibayana
  81. S.P. Budisantosa
  82. Setiyo Bardono
  83. Sides  Sudyarto D.S.
  84. Sjafrial  Arifin
  85. Slamet Riyadi Sabrawi
  86. Soni Farid Maulana
  87. Sus Setyowati Hardjono
  88. Susy Ayu
  89. Sutirman Eka Ardhana
  90. Syaifuddin Gani
  91. Syarifuddin  Arifin
  92. Udin Sape Bima
  93. Wahyu Wibowo
  94. Wayan Sunarta
  95. Windu Mandela
  96. Yadi Riyadi
  97. Yogira Yogaswara
  98. Yvonne de Fretes
  99. Elvynn G. Masassya( Penyair Tamu:)

Kamis, 24 Januari 2013

KABAR PRIANGAN 23 JANUARI 3013

CIWIDEY TENGAH MALAM II

satu baliho
sosok berkopyah hitam
dipasang lagi
meramaikan malam


2012





PADA TITIK INI SEGALANYA MENGENTAL


pada titik ini segalanya mengental
riwayat beringin tua, suara kereta serta kerlip lampu kota
menyatu menjadi riwayat baru
Bandung beku malam ini seperti sayu matamu yang sulit ditafsirkan
kerling yang tak jua dipahami

gerimis merintis jejak kepergian
kau menjauh dengan secarik rindu di tangan

puisi hampir lahir di sini
dan aku membidaninya sendiri...


2012


JAKET

masuklah ke dalam saku jaketku
hangatkan sulur-sulur hatimu yang diliputi gelisah
seperti puisi berbenahlah dengan nyaman
percayalah meski hujan melahirkan badai
dan cuaca melesatkan dingin
kau dijamin aman.
bersemayamlah dengan mesra
sebab jalan berontak adalah diam
merenung sambil meninju waktu.
masuklah ke dalam saku jaketku
hangat yang kekal
episode baru kelak menghampirimu

2012


KAOS

menyablon kisah di atas kaos putih
garis demi garis
arsiran cerita
merah gelisah
hitam kelam
biru haru
hijau galau

lalu cinta ?

2012


SEPERTI WAKTU YANG BERJALAN TERATUR

Seperti waktu yang berjalan teratur
menekuni petak-petak dimana rakaat demi rakaat didirikan
terjal ini mesti ditaklukan, undakan demi undakan
meskipun angin telah dinikahkan dengan hujan kemudian melahirkan topan.
Dunia tahu sakral sabdamu, tegak lurus membelah cadas jahiliyah
juga menikung menghantam sejarah kekeliruan.
Seperti waktu yang berjalan teratur
membina sengkedan-sengkedan dimana sholawat demi sholawat dilantunkan
runcing kerikil dan tajam bebatuan bukan penghambat niat yang terpahat
Sebab rindu padamu Tuan, meneguhkan kekuatan
menuju puncak kepasrahan.

2012



http://www.epaper.kabar-priangan.com/

Jumat, 04 Januari 2013

HARIAN MIMBAR UMUM MEDAN 5 JANUARI 2013

SEPI

Sepi menaksir tubuhku lebih cermat dari lidah kemarau
lebih mengetahui titik waktu yang buntu.
Perlahan menyisir jejak lalu menyalak saat lampu padam.
Kini sepi menukik lebih cepat dari kelebat kilat,
saat jarak rentan retak dan rindu menghambar.
Sepi menyelinap saat bulan bercadar
dan aku hilang daya dijepit tebing sandiwara.

2011



DI GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT, AKU MENGENALMU SEPERTI MENGENAL PUISI BARU


Angin menuntaskan berpuluh-kilometer perjalanan

lewat perkenalan dan jabat tangan.

Aku melihat puisi di kantung matamu

juga dari rambutmu kutemukan kalimat bersalju.



Ketika angin selatan berpapasan dengan angin utara.

Kita beranjak ke dalam ruang berdinding lukisan

dengan lampu besar yang menyala.

kita intim dalam kata, tenggelam dalam mantra.



Udara mencekam, hujan menggedor jendela kayu ruang itu

segalnya diam

namun kata kembali menderas seperti getar pesawat yang melintas

ataupun gemuruh topan yang ditunggangi seribu puisi.

Kita mabuk dalam pusaran yang sama, pusaran kata.



Angin menuntaskan berpuluh-kilometer perjalanan

lewat perkenalan dan jabat tangan.

Sejenak kita lupa pada laju kereta maupun lalu-lalang kendaraan

kita hanyut dalam bingar kata,

dalam bingar kata.









GEDUNG INDONESIA MENGGUGAT

14 FEBRUARI 2010


TELAGA TANDATANYA

Yang tehampar luas di mata sunyi adalah genangan tinta tak terhingga
cekungan pekat tak beujung.
Aku yang tak pernah beruntung
menangkap cahaya di langit-langit kamar, kerap sendiri dalam memar
Bagaimana mungkin aku berjalan tegar?
langkahku hanyut pada kantuk,  terlelap dalam keterjagaan
Yang terperangkap dalam angin ribut, pada senja yang hitam
adalah pesan yang tak tersampaikan
kandas di pertengahan musim, jalan cuaca senantiasa sunyi, untuk ini.
Hatimu telaga tanda tanya
tak terselami
dan hatiku genangan tinta
untuk pesan cerita yang tak pernah terbaca.
Maret 2008

 

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...