CIWIDEY TENGAH MALAM II
satu baliho
sosok berkopyah hitam
dipasang lagi
meramaikan malam
2012
PADA TITIK INI SEGALANYA MENGENTAL
pada titik ini segalanya mengental
riwayat beringin tua, suara kereta serta kerlip lampu kota
menyatu menjadi riwayat baru
Bandung beku malam ini seperti sayu matamu yang sulit ditafsirkan
kerling yang tak jua dipahami
gerimis merintis jejak kepergian
kau menjauh dengan secarik rindu di tangan
puisi hampir lahir di sini
dan aku membidaninya sendiri...
2012
JAKET
masuklah ke dalam saku jaketku
hangatkan sulur-sulur hatimu yang diliputi gelisah
seperti puisi berbenahlah dengan nyaman
percayalah meski hujan melahirkan badai
dan cuaca melesatkan dingin
kau dijamin aman.
bersemayamlah dengan mesra
sebab jalan berontak adalah diam
merenung sambil meninju waktu.
masuklah ke dalam saku jaketku
hangat yang kekal
episode baru kelak menghampirimu
2012
KAOS
menyablon kisah di atas kaos putih
garis demi garis
arsiran cerita
merah gelisah
hitam kelam
biru haru
hijau galau
lalu cinta ?
2012
SEPERTI WAKTU YANG BERJALAN TERATUR
Seperti waktu yang berjalan teratur
menekuni petak-petak dimana rakaat demi rakaat didirikan
terjal ini mesti ditaklukan, undakan demi undakan
meskipun angin telah dinikahkan dengan hujan kemudian melahirkan topan.
Dunia tahu sakral sabdamu, tegak lurus membelah cadas jahiliyah
juga menikung menghantam sejarah kekeliruan.
Seperti waktu yang berjalan teratur
membina sengkedan-sengkedan dimana sholawat demi sholawat dilantunkan
runcing kerikil dan tajam bebatuan bukan penghambat niat yang terpahat
Sebab rindu padamu Tuan, meneguhkan kekuatan
menuju puncak kepasrahan.
2012
http://www.epaper.kabar-priangan.com/