Aku sedang menjahit ketika udara kelabu itu
menggumpal berputar-putar melebihi deras jarum jam.
Aku masih menjahit ketika dadaku bertabuh keras
melebihi bedug di malam lebaran
ketika udara kelabu itu, jatuh pada catatanmu yang tajam.
Tentang ikatan.
Lantas lampu padam, listrik terputus
Listrik masih padam, ketika kukentalkan musyawarah
kulugaskan harapan.
Tentang catatanmu.
Listrik masih padam
ketika dada bertabuh lebih keras lagi
darah melaju lebih deras
ketika rindu mesti kukandaskan.
Listrik mengalir kembali.
Dan aku menjahit tangan sendiri.
MEI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar