PRASASTI
I
Dan pada akhirnya sampailah jua
satu persatu pandangan mata
meraba cerita serta tanggal-tangal di tubuh batu purba
memalingkan muka dari arus jaman yang kadang menghanyutkan
langkah dan pandang.
II
Dan pada akhirnya
dapat jua kita saksikan ketabahan-ketabahan silam
isyarat kerja keras
ketegaran mengukir takdir
serta mengokohkan laju usia.
III
Dan pada akhirnya
sampailah jua petuah-petuah itu
meluruskan deru waktu.
2010
LELAKI KECAPI
Ada yang lebih dekat dari karat yang mencatat nama-nama di tubuh besi tua
hal yang merekatkan selatan dan utara meski hanya suara yang
melukiskan pentas dunia.
Ada yang lebih dekat, yang terikat saat gerak jam tak mampu lagi
merekam laju jantung
degup demi degup tiada lagi terangkum.
Tak ada lagi yang perlu dilarat dari bulan-bulan yang melintas pada rel sepi
dari gerbong-gerbong yang menggendong nafas-nafas sunyi
segalanya telah tercatat, telah terekam peluit kereta maupun deru keramaian.
Tak ada yang perlu di resahkan
semua telah digenapkan lewat jentring yang menentramkan
dan dia tau kemana mesti menepi.
2011
MENCEKIK ANGKA-ANGKA
-almarhumah Levi Selviani
Mengingatmu, melambung gelisah ke langit
Bagaimana caranya membisukan getar jam yang terus mendengkur
Getar jam yang terus menggerus kekebalan, menggerus kekuatan.
Aku ingin mendiamkan waktu kemudian menegukmu
Hingga debar-debar rindu menguap dan kita terlupa bahwa hari akan berubah kelir.
Merindukanmu, melambungkan denyut harap ke angkasa
Bagaimana caranya mendiamkan langkah abad yang terus bergerak.
Senyummu bergulir , mengikis perjalanan
Kemudian membentuk dirinya jadi prasasti, jadi Nisan.
Sebab rindu mengeras cadas
Aku ingin berhenti di dulu
Mencekik angka-angka di kalender
Membakarnya.
2012
http://www.epaper.kabar-priangan.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar