Selasa, 25 Oktober 2011

SUARA PEMBARUAN 19 JUNI 2011

http://www.suarapembaruan.com/pages/e-paper/2011/06/19/

MENCURI KELAM

Mencuri kelam dari tubuhmu ayang udzur,

lebih menegangkan dibanding memanjat tebing.

Di pintu gerbangmu,

gelap gulita menyambut dengan sayap-sayap tua,

angin sepi merambat pada genting-genting berlumut.

Mencuri kelam dari tubuhmu yang renta,

memacu kesunyian yang telah lama terkubur di pemakaman.

Bangkit kembali seperti detik-detik hitam yang bergulir pada deras jam.

Nafasmu tiba-tiba berkibar memeluk jasadku.

Heningpun membatu.

2009

KERBAU TUA MEMBAJAK WAKTU

ini dingin kau tepis dengan seksama

kaki-kaki tua dibawa melangkah,

menjajah tanah,

kerbau-kerbau perkasa,

memutar balikan keadaan,

membajak waktu.

melewati tanah garapan

menyusuri dengan perlahan,

pada akhirnya,

kebenaran pula kau balikan.

kepada petani hening kau mengangguk,

menerpa bumi yang semakin bungkuk.

2009

KE KOTA LUKA

- tragedi Mumbay

Ke kota luka jarum kompas di tanganku

menembus jauh

mencatat peristiwa.

Tolong diam sejenak

biarkan hening berdenting

dan sesaat dunia menghentikan cumbu rayu.

Ke kota luka seluruh mata di giring.

Tolong catat dengan seksama

lukis dengan jelas, keabstrakan ini

tolong perjelas pula sisa-sisa semu di kanvasku.

Memang hidup dibawah ancaman

dan telah nyata pertumpahan.

Ke kota luka, kuperjelas langkah.

Ke kota luka jarum kompas mengarah

menunjuk rasa takut dan amis darah.

Tolong diam sejenak

biarkan hening berdenting

dan biarkan angin mengiring.

04 Desember 08

MEMBELAH MALAM

- Zidny Arfiarahman

Tak banyak kata yang kutemukan

saat roda mengantarkan kita membelah malam.

Tak ada kalimat yang lahir dari lampu-lampu pucat

yang disangga tiang berkarat.

Ada orang-orang malam, setia berbenah diri di trotoar jalan.

Sungguh aku tak menemukan kalimat apaapa dari mereka

hanya kelu, serupa mengecap karat kehidupan.

Muncul rasa iri

ketika melihat seorang pemulung dengan mudah menemukan

sampah maupun barang bekas.

Aku hanya gigil, melawan laju angin

tak kutemukan apa-apa dari jalan lenggang ini.

Bersama kita membelah malam.

Sampai sunyi benar-benar sunyi.

2011

KASIDAH WAKTU

- Rendra

Sejauh ini, hanya waktu

yang dapat kueja dari sayap-sayap si burungmerak

selebihnya masih abu-abu

baik lilin maupun obor belum aku nyalakan

jalan ini masih asing

aku tak tahu, kemana silir angin

membawanya pergi

aku tak paham, kemana keranda itu bertepi.

Sejauh ini, hanya waktu

yang dapat kupahami

dari jejak-jejak yang membekas di dada

yang menghujam dari tanggal-tanggal

dalam kalender purba

selebihnya masih samar

aku miskin pengalaman

aku tak tahu kemana arah cuaca

maupun kemana kangen ini menghiba.

2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...