KOI
apa yang hendak dipilin selain mengamini angin
yang menggiringmu ke gigir dingin
sebab puasa rindu telah dikhatamkan waktu
perkenalan yang menjelujur arah tak daya meluruskan langkah
apalagi kisah
ah
apa yang hendak dihimpun dari detak yang berserak
dari debar yang raib di ubin.
saat irama-irama alam memanjakan debur umur
saat itulah kenangan memadat di dada.
apa yang hendak dirajut selain benang-benang ragu yang makin kusut
jarak yang melenggangkan gairah memupuskan deru temu
perkenalan yang melahirkan gejolak tak mampu memahat batu
apalagi hikayat baru
2011
SENJA TELAH SELESAI II
- Mengenang Almarhum Wan Anwar
Senja telah selesai, kelebat waktu telah mengantarkanmu
pada Nopember yang dingin dan lebih asing dari geladak kapal yang ditinggal nelayan.
Sampai pula pada malam-malam yang lebih pucat dari gugur gemintang.
Senja telah selesai. gelombang masa telah melayarkanmu ke Jauh
melewati pulau demi pulau, ketabahan karang serta palung-palung sunyi.
Tak ada lagi rintihan yang menggambarkan asam kenyataan
serta melukiskan jarak antara kerlip kota dan tambak-tambak.
Senja telah selesai
perjalanan dan pencarian
berakhir di Utara
ya, di Utara.
2009-2011
TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan
mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik
apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.
sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari
memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda
asing.
kemudian segenap kenangan yang sempat membukit
perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan
ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.
seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.
langkah dan peristiwa tak terukir di batu.
2011
SANGKURIANG DIPECUNDANGI WAKTU
-
Ferry Fauzi Hermawan
Siapa sangka waktu seterjal tebing bisu
keras dan kaku
berkepinglah tubuh
ketika pikiran meloncat jauh
menerjangnya.
Aku ingin lebih renta dari waktu
dari musim
dari cuaca
dari daun kerontang yang gugur tadi pagi
aku ingin lebih renta dari Sumbi.
Siapa sangka waktu selicin angin
mustahil kembali
ingin aku bersemayam di lain rahim
di lain perut
biar kupinang kau, tanpa takut.
Siapa sangka
aku hilang daya
remuk
kaku
nihil dipecundangi waktu.
8 Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar