Sajak Perjalanan
tak ada yang lebih tenang
selain menyelami matamu
di sesak perjalanan
2011
KEMARAU TAK BERJARAK
bumi retak
langkah menyulut prahara
kata demi kata menjadi api
menjalar
ke belantara dan padang belukar
kemarau tak berjarak
saujana
kering mengerling di kening
sementara sajak demi sajak bukanlah mantra jitu
buat mengundang hujan.
kemarau tak berjarak
puisi menjadi prahara
sayang, aku butuh gerimis
bukan airmata.
2011
PATENGGANG
Rindu ini melangit, melebar merambah hutan-hutan
seperti kijang emas yang berlari kencang.
Rengganis, berkacalah pada kemarau dan hujan
terlalu lama senja tiada turun lembayung
terlalu lama cemas ini memuncak
sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah
atau sekedar memperkaya malam-malam purnama.
Rengganis, tolong titipkan jika benar rindu merepih hati
sebelum waktu menjajah kita kembali.
Rindu ini menembus langit, melebar merambah hutan-hutan
seperti kijang emas berlari kencang
Rengganis, bila cinta ada, harus kucari kemana?
Terlalu lama malam sepi gemintang
telaga hilang riak
hilang embun dari pucuk daun.
Sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah
Rengganis,
merapatlah, kita pecahkan rindu di batu
merapatlah jua pada wujud perahu yang selesai kubangun
kita layari telaga ini
bukti pencarian.
Situ Patenggang
26 Agustus 2007
*Patenggang berasal dari kata Pateangan-teangan (Bahasa Sunda) yang berarti Saling Cari.
TELAGA RINDU
Yang terhampar luas di mata kesunyian,
adalah genangan harap tak terhingga, cekungan rasa tak berujung.
Oh, aku terperangkap kaku pada tubuh yang gigil merindu.
Menanti, menangkap kelebat cahaya di langit bulan suci.
Sementara yang terperangkap pada kental udara malam,
adalah gelombang cemas yang berputar di sekitar bulan setengah lingkaran,
bersama getar hati yang mengeja musim dan gerak arloji.
Yang menjulang hingga ke puncak
adalah mercusuar tak terjangkau tingginya, gelisah damba yang merambah langit.
Menanti, tawaf disepanjang malam seribu bulan.
Sementara yang terperangkap pada desau angin pagi
adalah gejolak bahagia yang tak terbatas dan menggelembung ke atas.
JULI 2011
SUBUH DI GAMBIR
Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri,
mengejar gerbong bisu yang baru datang.
Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta dingin.
Ah, lelah jua di sini
kutambatkan cemas pada puncak monas.
Stasion Gambir 2011
TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan
mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik
apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.
sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari
memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda
asing.
kemudian segenap kenangan yang sempat membukit
perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan
ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.
seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.
langkah dan peristiwa tak terukir di batu.
2011
SMS BUAT CHAIRIL ANWAR
Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.
Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,
Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung
lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.
Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.
Bung, negeri ini wajib selamat
namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik
Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.
Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi
segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.
Bung, negeri ini hilang wajah
semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis
tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.
Jalan juangmu terlindas terus-menerus
oleh gerbong-gerbong kekuasaan.
Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.
Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?
semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.
Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?
Jika setuju, tolong balas sms ini.
2011
http://www.majalahsagang.com/majalah-160.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar