Minggu, 19 Februari 2012

MAJALAH SAGANG (RIAU) EDISI JANUARI 2012

Sajak Perjalanan

tak ada yang lebih tenang

selain menyelami matamu

di sesak perjalanan

2011

KEMARAU TAK BERJARAK

bumi retak

langkah menyulut prahara

kata demi kata menjadi api

menjalar

ke belantara dan padang belukar

kemarau tak berjarak

saujana

kering mengerling di kening

sementara sajak demi sajak bukanlah mantra jitu

buat mengundang hujan.

kemarau tak berjarak

puisi menjadi prahara

sayang, aku butuh gerimis

bukan airmata.

2011

PATENGGANG

Rindu ini melangit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas yang berlari kencang.

Rengganis, berkacalah pada kemarau dan hujan

terlalu lama senja tiada turun lembayung

terlalu lama cemas ini memuncak

sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

atau sekedar memperkaya malam-malam purnama.

Rengganis, tolong titipkan jika benar rindu merepih hati

sebelum waktu menjajah kita kembali.

Rindu ini menembus langit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas berlari kencang

Rengganis, bila cinta ada, harus kucari kemana?

Terlalu lama malam sepi gemintang

telaga hilang riak

hilang embun dari pucuk daun.

Sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

Rengganis,

merapatlah, kita pecahkan rindu di batu

merapatlah jua pada wujud perahu yang selesai kubangun

kita layari telaga ini

bukti pencarian.

Situ Patenggang

26 Agustus 2007

*Patenggang berasal dari kata Pateangan-teangan (Bahasa Sunda) yang berarti Saling Cari.

TELAGA RINDU

Yang terhampar luas di mata kesunyian,

adalah genangan harap tak terhingga, cekungan rasa tak berujung.

Oh, aku terperangkap kaku pada tubuh yang gigil merindu.

Menanti, menangkap kelebat cahaya di langit bulan suci.

Sementara yang terperangkap pada kental udara malam,

adalah gelombang cemas yang berputar di sekitar bulan setengah lingkaran,

bersama getar hati yang mengeja musim dan gerak arloji.

Yang menjulang hingga ke puncak

adalah mercusuar tak terjangkau tingginya, gelisah damba yang merambah langit.

Menanti, tawaf disepanjang malam seribu bulan.

Sementara yang terperangkap pada desau angin pagi

adalah gejolak bahagia yang tak terbatas dan menggelembung ke atas.

JULI 2011

SUBUH DI GAMBIR

Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri,

mengejar gerbong bisu yang baru datang.

Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta dingin.

Ah, lelah jua di sini

kutambatkan cemas pada puncak monas.

Stasion Gambir 2011

TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan

mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik

apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.

sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari

memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda

asing.

kemudian segenap kenangan yang sempat membukit

perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan

ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.

seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.

langkah dan peristiwa tak terukir di batu.

2011

SMS BUAT CHAIRIL ANWAR

Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.

Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,

Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung

lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.

Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.

Bung, negeri ini wajib selamat

namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik

Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.

Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi

segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.

Bung, negeri ini hilang wajah

semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis

tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.

Jalan juangmu terlindas terus-menerus

oleh gerbong-gerbong kekuasaan.

Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.

Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?

semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.

Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?

Jika setuju, tolong balas sms ini.

2011

http://www.majalahsagang.com/majalah-160.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...