Mengisi hari
libur, Minggu 10 April kemarin, Kawah Sastra Ciwidey (KSC) menggelar bedah buku
Maneken, karya Sangaji Mungkian. Seorang penulis muda asli kelahiran
Ciwidey. Bedah buku yang diselenggarakan di Cs Me Cafe dan Resto yang beralamat
di Jalan Ciwidey - Rancabali KM 4 itu, dihadiri puluhan peserta terutama para
remaja yang hobi menulis juga ingin menimba
ilmu dan pengalaman secara langsung dari penulis.
Novel Maneken
merupakan novel fiksi yang menceritakan dua Maneken, boneka kayu yang selalu
dipajang di toko busana. Kedua Maneken dibuat hidup oleh Sangaji Mungkian,
masing-masing bernama Claudia dan Ferelly. Selayaknya manusia, kedua Maneken
tersebut saling mencintai dan dituntut untuk memperjuangkan cinta mereka.
Dengan berbagai konflik serta kerikil dalam memperjuangkan cinta, akhirnya kdua
maneken tersebut berakhir bahagia dalam dunianya.
Sangaji
Mungkian penulis Novel Maneken mengatakan bahwasanya gelaran bedah buku serta
diskusi itu merupakan penutup dari Roadshow buku Maneken yang diselenggaran di
lima kota di Indonesia. Sebelumnya dilaksanakan di Bandung, Jakarta,
Yogyakarta, Sumedang serta Magelang. Aji
(nama panggilan penulis) juga mengatakan bahwa roadshow tersebut
terselenggara atas jalinan apik dengan
berbagai komunitas serta club pecinta buku di kota-kota tadi. Aji sengaja ingin
menutup roadshow buku Maneken di tempat
kelahirannya yaitu Ciwidey. KSC sebagai wadah para pecinta sastra di Ciwidey
menyambut baik keinginan Sangaji Mungkian untuk menggelar Bedah Buku tersebut.
Aya Sofi
seorang pembaca buku yang hadir pada
acara tersebut mengatakan bahwa Novel Maneken membisikan bahwa imajinasi
mampu menghidupkan benda mati dan cintalah yang membuat manusiawi. Diskusi
diisi dengan tanya jawab serta sesi berbagi pengalaman menulis, termasuk suka
duka ketika menulis novel tersebut yang rampung selama 4 Bulan. Mengirimkannya
ke berbagai penerbit namun ditolak, hingga suatu hari penerbit Republika
menerima Karya penulis muda Ciwidey itu.
Lupita
Lestari, panitia dari KSC yang merangkap juga sebagai MC. Mengatakan bahwasanya
diskusi Maneken karya Sangaji tersebut merupakan agenda bulanan yang selalu diselenggarakan oleh KSC. Lupita juga
memaparkan bahwa dua bulan sebelumnya telah diadakan kajian jurnalistik dengan
pemateri Yogira Yogaswara dan diskusi santai membahas tema Budaya Populer oleh
Ferry Fauzi Hermawan M.Hum.
Diskusi
berlangsung selama dua jam dan berjalan secara hangat. Untuk memecah kejenuhan
penulis memberikan beberapa hadiah bagi para peserta yang bisa menjawab
pertanyaan perihal novel Maneken. Diskusi ditutup oleh penampilan dari beberapa
anggota KSC yaitu Pembacaan Puisi serta Stand Up Comedy. (Rian Ibayana)
CIWIDEY, 2016


Tidak ada komentar:
Posting Komentar