Minggu, 10 April 2016

CIWIDEY KOTA PENUTUP ROADSHOW NOVEL MANEKEN


Mengisi hari libur, Minggu 10 April kemarin, Kawah Sastra Ciwidey (KSC) menggelar bedah buku Maneken, karya Sangaji Mungkian. Seorang penulis muda asli kelahiran Ciwidey. Bedah buku yang diselenggarakan di Cs Me Cafe dan Resto yang beralamat di Jalan Ciwidey - Rancabali KM 4 itu, dihadiri puluhan peserta terutama para remaja yang hobi menulis  juga ingin menimba ilmu dan pengalaman secara langsung dari penulis.
Novel Maneken merupakan novel fiksi yang menceritakan dua Maneken, boneka kayu yang selalu dipajang di toko busana. Kedua Maneken dibuat hidup oleh Sangaji Mungkian, masing-masing bernama Claudia dan Ferelly. Selayaknya manusia, kedua Maneken tersebut saling mencintai dan dituntut untuk memperjuangkan cinta mereka. Dengan berbagai konflik serta kerikil dalam memperjuangkan cinta, akhirnya kdua maneken tersebut berakhir bahagia dalam dunianya.

Sangaji Mungkian penulis Novel Maneken mengatakan bahwasanya gelaran bedah buku serta diskusi itu merupakan penutup dari Roadshow buku Maneken yang diselenggaran di lima kota di Indonesia. Sebelumnya dilaksanakan di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Sumedang serta Magelang.  Aji (nama panggilan penulis) juga mengatakan bahwa roadshow tersebut terselenggara  atas jalinan apik dengan berbagai komunitas serta club pecinta buku di kota-kota tadi. Aji sengaja ingin menutup roadshow buku Maneken  di tempat kelahirannya yaitu Ciwidey. KSC sebagai wadah para pecinta sastra di Ciwidey menyambut baik keinginan Sangaji Mungkian untuk menggelar Bedah Buku tersebut.
Aya Sofi seorang pembaca buku yang hadir pada  acara tersebut mengatakan bahwa Novel Maneken membisikan bahwa imajinasi mampu menghidupkan benda mati dan cintalah yang membuat manusiawi. Diskusi diisi dengan tanya jawab serta sesi berbagi pengalaman menulis, termasuk suka duka ketika menulis novel tersebut yang rampung selama 4 Bulan. Mengirimkannya ke berbagai penerbit namun ditolak, hingga suatu hari penerbit Republika menerima Karya penulis muda Ciwidey itu.
   Lupita Lestari, panitia dari KSC yang merangkap juga sebagai MC. Mengatakan bahwasanya diskusi Maneken karya Sangaji tersebut merupakan agenda bulanan yang selalu  diselenggarakan oleh KSC. Lupita juga memaparkan bahwa dua bulan sebelumnya telah diadakan kajian jurnalistik dengan pemateri Yogira Yogaswara dan diskusi santai membahas tema Budaya Populer oleh Ferry Fauzi Hermawan M.Hum.


Diskusi berlangsung selama dua jam dan berjalan secara hangat. Untuk memecah kejenuhan penulis memberikan beberapa hadiah bagi para peserta yang bisa menjawab pertanyaan perihal novel Maneken. Diskusi ditutup oleh penampilan dari beberapa anggota KSC yaitu Pembacaan Puisi serta Stand Up Comedy. (Rian Ibayana)

CIWIDEY, 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...