Senin, 22 Januari 2018

PERKENALAN DENGAN MAJELIS SASTRA BANDUNG (MSB)


    Entah bagaimana persisnya, perkenalan saya dengan MSB tidak lama setelah saya membuat akun FB. Seuatu hal baru yang begitu banyak manfaatnya, dari yang tidak tau menjadi tau, dari sendiri menjadi banyak, dari tidak kenal jadi saling kenal. Saya tertarik pada dunia sastra khususnya pada puisi, sejak sekolah menengah pertama. Namun sejak lulus tahun 2003 hingga 2007 saya hanya belajar sendiri, membaca dan menulis sendiri tanpa ada teman diskusi, puisi-puisi saya tulis pada sebuah buku catatan kemudian menyimpannya. Hingga pada tahun 2007 saya bertemu kawan seperjuangan yang bernama Ferry Fauzi Hermawan, rupanya dia kuliah jurusan bahasa dan sastra Indonesia di UPI. Dari dialah saya mulai tau banyak hal, tentang perkembangan sastra Indonesia, tentang buku-buku baru, info lomba dll.
            Saya pertama kali membuat akun FB sekitar tahun 2009, dari sinilah semua bermula, saya sangat bersyukur dengan kecanggihan teknologi ini, hasrat saya dalam dunia sastra bisa tersalurkan. Saya buka-buka koleksi koran yang memuat karya sastra tiap minggu, saya lihiat nama-nama penyairnya, kemudian saya cari di FB, rupanya hampir semua penyair mempunyai akun FB, sebut saja Yopi Setia Umbara, Heri Maja Kelana ataupun Esa Tegar Putra. Saya hanya tahu namanya saja di koran, melalui fb saya bisa bersilaturahmi dengan mereka.
            Bagaimana persisnya, saya lupa  kenapa saya bisa tahu ada group MSB di FB. Intinya saya bergabung pada group yang digawangi Oleh KYAI MATDON tersebut, namanya tidak asing karena saya adalah pendengar radio Cosmo, kebetulan Matdon pembaca berita 7 di radio itu. Ketika saya masuk Group MSB di FB, kegiatan MSB sudah berjalan satu tahun, kegiatan unggulan MSB yang berjalan setiap bulan sekali bertitel Pengajian Sastra. Diskusi yang membedah karya-karya para anggota MSB oleh para penyair atupun Cerpenis senior. Sistemnya simple yaitu para anggota disuruh mengirimkan karya terbaiknya ke email MSB, dan pada saatnya akan dapat giliran dibedah. Dan diujung tahun, seluruh karya yang masuk dijadikan antologi bersama, saya ingat buku antologi pertama MSB berjudul Ziarah Kata.
            Dari Ciwidey, Bandung selatan, saya memberanikan diri untuk turun gunung mengikuti kegiatan pengajian sastra. Kebetulan pada waktu itu agenda pengajian sastra membahas puisi karya Dave Sky, Riza Fahlevi dan Dony P Herwanto (berhalangan hadir) dengan dipandu oleh moderator Arry syakir Gifary. Saya belajar banyak dari pengajian sastra perdana itu, pun saya dapat berkenalan dengan banyak rekan baru. Diantaranya bisa berkenalan langsung dengan Kyai Matdon,  Yunita Indriani (Dwinita), Arry Syakir Gifari, kang Oppet, Iwan M Ridwan dan banyak lagi.
            Sampai pula akhirnya di tahun kedua Kyai Matdon mengundang anggota baru maupun anggota lama di group MSB untuk mengirimkan 10 karya terbaiknya. Saya tidak membuang kesempatan itu, saya ikut mengirimkan 10 puisi. Namun pada tahun kedua ini, pengajian sastra tidak lagi membahas dan membedah karya anggotanya satu persatu, tetapi formatnya mengundang sastrawan senior untuk menjadi narasumber setiap bulannya. Sementara diskusi karya diadakan seminggu sekali di kebun seni. Di penghujung tahun kedua lahirlah antologi kedua MSB yang berjudul BERSAMA GERIMIS yang diambil dari salah satu judul puisi John Heryanto. Dan alhamdulillah silaturahmi bersma gerimis tetap terjaga hingga sekarang. Beberapa penyair yang masuk antologi ini adalah Zein Arfiarahman, Den Bagoes, Yunita Indriani, Miko Alonso, Kang Agus Nasihin beserta istrinya ibu Yanti Sri Budiarti, teh Elis tating Bardiah, Jhon Heryanto, Wong agung Utomo dan rekan lainnya.


            Untuk antologi bersama gerimis ini, MSB mengadakan road show ke beberapa  tempat diantaranya bedah buku di Braga, di kedailalang Jakarta waktu itu bertemu Endah Sulwesi dan Mas Kurnia Effendy, kemudian berkunjung ke WAPRES BULUNGAN di acara Reboan yang diadakan oleh Zay Lawang langit, Budi Setiawan dll. Buku ini juga dibahas di Beranda 28 Tasikmalaya yang digawangi oleh Kang Bode Riswandi, di sini saya bertemu banyak teman yang sebelumnya hanya kenal di dunia maya, ketemu Arrief Reff, Ria arista Budiarti (RAB), Kang Opik Nerro Taopik Abdilah ( yang sekarang lebih terkenal sebagai penggiat literasi nasional), kang Bunbun, Arinda Risa Kamal dan penggiat sastra lainnya di Tasikmalaya.

            Tahun ketiga MSB menerbitkan kumpulan puisi yang berjudul wirid angin, beberapa penyair yang masuk antologi ini diantaranya Rezki Darojattus Sholihin, Trisna Iryansyah juga Deri Hudaya. Waktu berjalan pada porosnya, pengajian sastra tetap digelar setiap bulan,berbagai kegiatan digelar seperti lomba baca puisi, lomba menulis puisi ramadhan hingga yang paling hangat adalah lomba menulis Esai.
Dan tidak terasa tahun 2018 ini, MSB sudah berusia 9 tahun, usia yang tidak muda lagi. Selamat ulang tahun MSB, semoga tetap eksis dan jaya selamanya.


CIWIDEY 22 JANUARI 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...