Entah
bagaimana persisnya, perkenalan saya dengan MSB tidak lama setelah saya membuat
akun FB. Seuatu hal baru yang begitu banyak manfaatnya, dari yang tidak tau
menjadi tau, dari sendiri menjadi banyak, dari tidak kenal jadi saling kenal.
Saya tertarik pada dunia sastra khususnya pada puisi, sejak sekolah menengah
pertama. Namun sejak lulus tahun 2003 hingga 2007 saya hanya belajar sendiri,
membaca dan menulis sendiri tanpa ada teman diskusi, puisi-puisi saya tulis
pada sebuah buku catatan kemudian menyimpannya. Hingga pada tahun 2007 saya bertemu
kawan seperjuangan yang bernama Ferry Fauzi Hermawan, rupanya dia kuliah
jurusan bahasa dan sastra Indonesia di UPI. Dari dialah saya mulai tau banyak
hal, tentang perkembangan sastra Indonesia, tentang buku-buku baru, info lomba
dll.
Saya
pertama kali membuat akun FB sekitar tahun 2009, dari sinilah semua bermula,
saya sangat bersyukur dengan kecanggihan teknologi ini, hasrat saya dalam dunia
sastra bisa tersalurkan. Saya buka-buka koleksi koran yang memuat karya sastra
tiap minggu, saya lihiat nama-nama penyairnya, kemudian saya cari di FB,
rupanya hampir semua penyair mempunyai akun FB, sebut saja Yopi Setia Umbara,
Heri Maja Kelana ataupun Esa Tegar Putra. Saya hanya tahu namanya saja di
koran, melalui fb saya bisa bersilaturahmi dengan mereka.
Bagaimana
persisnya, saya lupa kenapa saya bisa
tahu ada group MSB di FB. Intinya saya bergabung pada group yang digawangi Oleh
KYAI MATDON tersebut, namanya tidak asing karena saya adalah pendengar radio
Cosmo, kebetulan Matdon pembaca berita 7 di radio itu. Ketika saya masuk Group
MSB di FB, kegiatan MSB sudah berjalan satu tahun, kegiatan unggulan MSB yang
berjalan setiap bulan sekali bertitel Pengajian Sastra. Diskusi yang membedah
karya-karya para anggota MSB oleh para penyair atupun Cerpenis senior.
Sistemnya simple yaitu para anggota disuruh mengirimkan karya terbaiknya ke
email MSB, dan pada saatnya akan dapat giliran dibedah. Dan diujung tahun,
seluruh karya yang masuk dijadikan antologi bersama, saya ingat buku antologi
pertama MSB berjudul Ziarah Kata.
Dari
Ciwidey, Bandung selatan, saya memberanikan diri untuk turun gunung mengikuti
kegiatan pengajian sastra. Kebetulan pada waktu itu agenda pengajian sastra
membahas puisi karya Dave Sky, Riza Fahlevi dan Dony P Herwanto (berhalangan
hadir) dengan dipandu oleh moderator Arry syakir Gifary. Saya belajar banyak
dari pengajian sastra perdana itu, pun saya dapat berkenalan dengan banyak
rekan baru. Diantaranya bisa berkenalan langsung dengan Kyai Matdon, Yunita Indriani (Dwinita), Arry Syakir
Gifari, kang Oppet, Iwan M Ridwan dan banyak lagi.
Sampai
pula akhirnya di tahun kedua Kyai Matdon mengundang anggota baru maupun anggota
lama di group MSB untuk mengirimkan 10 karya terbaiknya. Saya tidak membuang
kesempatan itu, saya ikut mengirimkan 10 puisi. Namun pada tahun kedua ini,
pengajian sastra tidak lagi membahas dan membedah karya anggotanya satu
persatu, tetapi formatnya mengundang sastrawan senior untuk menjadi narasumber
setiap bulannya. Sementara diskusi karya diadakan seminggu sekali di kebun seni. Di penghujung tahun kedua lahirlah antologi kedua MSB yang
berjudul BERSAMA GERIMIS yang diambil dari salah satu judul puisi John
Heryanto. Dan alhamdulillah silaturahmi bersma gerimis tetap terjaga hingga
sekarang. Beberapa penyair yang masuk antologi ini adalah Zein
Arfiarahman, Den Bagoes, Yunita Indriani, Miko Alonso, Kang Agus Nasihin beserta
istrinya ibu Yanti Sri Budiarti, teh Elis tating Bardiah, Jhon Heryanto, Wong
agung Utomo dan rekan lainnya.
Untuk
antologi bersama gerimis ini, MSB mengadakan road show ke beberapa tempat diantaranya bedah buku di Braga, di
kedailalang Jakarta waktu itu bertemu Endah Sulwesi dan Mas Kurnia Effendy,
kemudian berkunjung ke WAPRES BULUNGAN di acara Reboan yang diadakan oleh Zay
Lawang langit, Budi Setiawan dll. Buku ini juga dibahas di Beranda 28
Tasikmalaya yang digawangi oleh Kang Bode Riswandi, di sini saya bertemu banyak
teman yang sebelumnya hanya kenal di dunia maya, ketemu Arrief Reff, Ria arista
Budiarti (RAB), Kang Opik Nerro Taopik Abdilah ( yang sekarang lebih terkenal
sebagai penggiat literasi nasional), kang Bunbun, Arinda Risa Kamal dan
penggiat sastra lainnya di Tasikmalaya.
Tahun
ketiga MSB menerbitkan kumpulan puisi yang berjudul wirid angin, beberapa penyair
yang masuk antologi ini diantaranya Rezki Darojattus Sholihin,
Trisna Iryansyah juga Deri Hudaya. Waktu berjalan pada porosnya, pengajian
sastra tetap digelar setiap bulan,berbagai kegiatan digelar seperti lomba baca puisi,
lomba menulis puisi ramadhan hingga yang paling hangat adalah lomba menulis Esai.
Dan tidak terasa
tahun 2018 ini, MSB sudah berusia 9 tahun, usia yang tidak muda lagi. Selamat ulang
tahun MSB, semoga tetap eksis dan jaya selamanya.
CIWIDEY 22
JANUARI 2018


Tidak ada komentar:
Posting Komentar