Senin, 07 Januari 2019

3 PUISI RIAN IBAYANA DI TRIBUN BALI edisi MINGGU 06 JANUARI 2019


LONSUM KERTASARI

Tiba-tiba aku menjadi asing di sini, seperti terlambat mengenalmu.
Pada kelokan terakhir, kurasakan jantungmu tetap berdenyut
meski waktu terus menggerus di setiap putarannya.
Tiba-tiba aku menjadi asing di sini, seperti lupa ketika mula nafas menghiba
Kau tampak tegar, menjulang ke gigir ruang cakrawala
meski senja membuntutimu lebih tajam dari biasanya.

2016




KASIDAH WAKTU II

Waktu berbahasa lebih senyap dari biasanya, tubuh melepuh di ujung tempuh.
Masih luas terbentang halaman lain , dari ribuan halaman yang ditakdirkan
Catatan demi catatan lalu, sejenak aku tinggalkan bersama jejak-jejak
Yang lebih dulu tersapu angin.
Harapan demi harapan saling pandang di muka cermin
Melahirkan semangat baru
Waktu berkasidah menghangatkan ruang kamar,
kamar batin
kamar hidup

Waktu berbahasa lewat udara, membawa langkah pada tangga 
yang lebih tinggi
Satu tahapan
Menuju puncak yang sebenarnya
Mercusuar keabadian.
Memandang jauh Ke-Mahaluasan-Nya

2017

YANG TERTINGGAL DI PASAR BARANG BEKAS ASTANA ANYAR


Memandang jauh ke ujung
Kisah-kisah tua terhampar di atas trotoar
Puluhan kepala menunduk, seperti mencari rindu
Yang tertinggal
Diantara besi-besi berkarat, kunci kuno
Kipas angin serta berbagai dinamo
Yang entah masih berfungsi
Atau memiliki nasibnya sendiri
Mati.

Di sebrang jalan, kios-kios kecil berdiri tegak
Menjajakan keping-keping kuningan
Tempat lilin, serta patung perunggu.
Yang dari matanya terpancar kenangan tempo dulu.


2018





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...