- Kata yang hilang – Thoni Mukharrom
- Sunlight – Artie Ahmad
- Aku mencintaimu, Sangat! - Andi Ayuni Dara Uleng
- Aku, Hujan & Kamu – Indi Trini Humaera
- I Found You – Candhry Lupita
- Cinta Pertama? - Titi Nurmala Kekenusa
- Cinta Pertamaku ? – Roma DP
- Cintaku kandas sepulang merantau – Latif Nur Janah
- Kidung Kutukan dalam puisi – Ratih Mandalawangi
Kamis, 10 Mei 2012
GADIS BERAMBUT PIRANG MASUK SEBUAH KUMPULAN CERPEN
Senin, 30 April 2012
Senin, 09 April 2012
RADAR TASIKMALAYA 8 APRIL 2012
Jumat, 09 Maret 2012
100 PUISI ANTOLOGI KOMUNITAS SASTRA RUMAH SUNGAI LOMBOK TIMUR
1) A Ashly Nugraha M - Mencari Nada yang Hilang
2) A.Ganjar Sudibyo – Oratorium
3) A’yat Khalili - Sketsa Bukit Sajadah
4) AF Kurniawan - Sepanjang Hidup Yang Mengahadap Matamu
5) Ahmad Ijazi H - Pelayaran Gerhana
6) Anisa Juniarti - Hitam dan Putih
7) Andi Magadhon - Fragmen Pelaut Muda
8) Arlin Widya Safitri – Jendela Melewati Dua Musim
9) Arther Panther Olii - Puisi-Puisi yang Kubaca di Beberapa Bagian Tubuhmu
10) Arther Panther Olii – Semesta Nama Bunda
11) Anisa Purwa Ningrum – Haus Kasih-Mu
12) Avinda Aminatun - Tanyaku Mengapa
13) Baiq Westi Rahmi - Bukan Benalu
14) Baqiyatussolihat – Kembaliku Padamu
15) Budhi Setyawan - Metafora (1)
16) Darihan Mubarak – Di Bawah Atap Gereja
17) Dalasari Pera - Di Kotamu, Kurekam Gambar-Gambar
18) Dianna Firefly – Sajak Kita Yang Tak Ada
19) Dika Agusta - Perempuan Hujan
20) Diyas Rifka Annisa - Hembusan Angin Januari
21) Dimas Indianto S - Fragmen doa dalam hujan
22) Drygin Dayaningrum - Tentang Rerumputan
23) Deri Hudaya – Cerita Anjing Pada Blues
24) En Kurliadi Nf – Seorang Perempuan di Kolam Sorban; Ibu
25) Emingga Sartiana - Syair Adam Hawa
26) Fadhila Eka Ratnasari - Tentang Puisi Cinta Yang Terselip Di Antara Debu
27) Fanni Supenda – Pak ‘Maling’ Yang Terhormat
28) Fanny Ys - Rindu, Bromo
29) Febri mira rizki - Sejoli terjerat di ruang mimpi
30) Fida’ Husain - Cerita di Pagi Hari
31) Fina Lanahdiana - Cerutu Yang Terus Menerus Melubangi Paru-Paru
32) Fitri Masruroh - Alpa Pada Asa
33) Gilang Kencana - Aku dan Bintang Masa Laluku Adalah Kosong
34) Hadi Kurniawan AR – Introvertebrata
35) H.C Luthfie - Diksi Kematian
36) Irfan Fauzi - Di Bawah Naungan Gubug Reot
37) Ibnu Ardhy – Perempuan Bisu
38) Indra Prasetyo - Menanti Datangnya Hujan
39) Iin Munawaroh - Pemudaku dalam Ekor Anak Angsa
40) Ika Pasca Himawati – Kau Tahu Kawan ?!
41) Ima Santika Jayati - Bicara pada Tuhan yang Sama
42) Istianah Qudsi Falkhi - Do’a Sebatang Mangrove
43) Jun Nizami - Kepada Perempuan Laut
44) Kemas Ferri Rahman - Sepucuk Surat buatmu, dan Beberapa Do’a Sederhana yang Terselip di dalamnya
45) Khairunnisa - Aku Melihatmu ( Lebih Dari Disepanjang Kau Menoleh Aku: Sedetik Saja)
46) Khilmatushofa - Sepucuk Surat Untukmu Ayah :
47) Kirom Semburat Cahaya – Caleg Muda
48) Lailatul Kiptiyah - Kepada yang Jauh
49) Lauh Sutan Kusnandar - Gedoran Mutakhir
50) Lina Kelana - Tentang Perbincangan Yang Tak Lekas Memberi Kesepakatan Setelah Denting Ke Sembilan Mengetuk – Ngetuk Pintu Rumah Dan Jendela Kaca
51) La Ode Gusman Nasiru - Yang Aku Ingat
52) Marsus Ala Utsman - Lecutan Suara Burung
53) Mar’atun Solihah – Pertemuan Kali ini
54) Muhammad Irwan Aprialdy - Rumah Hujan
55) Muhammad Khoirul Atqiya’ – Maaf
56) Mario F Lawi – Retina
57) Muhammad Madun Anwar – Ibuku
58) Muhammad Anugerah Firdaus – Ternyata Gugur
59) Maria Heni Krisnasari – SRI
60) Muhammad Ramli – Tinta Kotor Tinta
61) Majenis Panggar Besi - Sepanjang Taba Terunjam hingga Liku Sembilan
62) Malam gerimis - Menuju Rumah Kekasih
63) Maulana Satrya Sinaga - Cerita Singkat Tentang Keluargaku Sebelum Pasang Gelombang
64) Meidi Chandra - Hanya Manusia
65) Meylan Lolita - Jika Kau Merasa Kehilangan, Pastikan Semua Akan Baik-Baik Saja
66) Niken Larasati - Bukan Petaka, Namun Pengorbanan
67) Nenni Makmun - Sebuah Perjalanan
68) Nida Faradillah – Tuhan
69) Nasibatul Mahmudah – Gadis Kecil Itu
70) Novia Rispawati – Nasib Seorang Pengemis
71) Nurlaelan Puji Jagad - Ikrar Pagi
72) Pretty AW - Figur Syahadah
73) Rizky Muhammad Alfajar – Perempuan Biru
74) Reni Nurhasanah – Aku Berpijak di atas Bebanmu
75) Rahmat Hidayat – Manusia dan Tuhan
76) Rahman Bustami Hidayat – Rona Merah
77) Rassela Malinda – Perempuan Tua Yang Berpeluh Air Mata dan Darah Ini Adalah Ibumu
78) Reza Anindita - Testimoni Pengungsi
79) Rian Ibayana - Sabung Patana
80) Sami’an – Pesan Untukmu
81) Sandza - Lukisan Gurat Urat Ayah
82) Sadheva D (Zahid Panji Sadewo) - Dansa Purnama
83) Septantya Chandra – Parfum
84) Sinar Yunita Purba - Kharispia, Teduh Di Antara Penat...
85) Sujud Arismana - T r i
86) Suci Nurani wulandari - Ada dan semudah itu
87) Siti Khumairah – Dongakkan Khayal
88) Shofiana Amini Rizki – Untuk Selamanya
89) Saniatul Husna – Siput Tak Bercangkang
90) Siti Aisyah Juliana – Sahabatku
91) Taufiqoh Rahma – Terjatuh
92) Udin Sape Bima - Bima Kembali Berduka
93) Umi Lutfiah - Untukmu, Ibu
94) Uswatun Hasanah – Kisah Siswa Gadungan
95) Wahyu Ardhiana Anggraini - Aku Memanggilnya Ibu
96) Widya Ajeng Pemila - Tak Perlu Lagi
97) Wicha Spicca Breeze - Palung Keimanan
98) Wulan (Luna Sancaka) - Anak Bangsa Hari Ini 17082010
99) Winarni Lestari - Jangan Ketuk Jendela Kamarku
100) Yori Kayama - Tentang Dini Hari
Jika ada kesalahan penulisan nama penulis dan judul puisi, segera beritahukan ke admin. bagi semua peserta lomba, baik yang lolos maupun yang tidak lolos, karyanya akan dimuat secara bertahap di buletin embun. salam sastra.
TTd
Panitia Lomba
ANTOLOGI RINAI RINDU
Bismillahirahmanirrahim....
Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh
Berikut adalah daftar namanama peserta yang puisinya akan dibukukan dalam antologi puisi "Rinai Rindu untuk Muhammad Kekasih-Mu"
1. 47. Mahfudz A Yoga Darmora - Epitaf Rindu
2. 126. Ahmad Ijazi H - Mahar Kerinduan
3. 210. A'yat khalili- Kasidah Rindu Sebelum Mati
4. 39. Arif Fitra Kurniawan - Duri-Duri Kerinduanku, Himada
5. 390. Fahrur Rozi Atma - Mengalamatkan Rindu
6. 187. Arther Panther Olii - Perihal Rindu yang Berlayar Mencari Pelabuhan Paling Madu
7. 143. F Rizal Alief - Puisi untuk Kanjeng Nabi
8. 220. Dalasari Pera- Aku Biarkan Manik-manik Berjatuhan
9. 379. Niken Kartikasari - Rindu Yang Selalu Ranum; Kepada Engkau, Yaa Habiballah
10. 389. Luqman Tambusi - Sabdamu yang Mengeram
11. 292. Faisal Syahreza- Aku Bershalawat di Kota Ini
12. 136. Sudianto - Migrasi Air Mata ke Padang Senja
13. 91. Ilham Jatioko - Ekstase Rindu
14. 154. Fina Lanahdiana - pada Sebuah Gigir Rindu
15. 263. Aksan Taqwin Embe. Menuai Lelaki wajah Syurga
16. 176. Lauh Sutan Kusnandar - Larung Rindu
17. 304. Faizal Oddang- Kabar dari Seorang Pemijah Laron: Untuk Muhammad SAW . bin Abdullah.
18. 231. Nadrah Chino - Larik Rindu
19. 67. Imam Eka Puji Al-Ghazali - Di Ambang Telaga Shafar
20. 24. Abu sudar- Riwayatmu yang Aku Rindu
21. 46. Pringadi Abdi Surya - Tiga Air Mata untuk Kekasih Allah
22. 61. Kamil Koma - Nyanyian Hantu
23. 230. Shohifur Ridho Ilahi- Perahu Dini Hari
24. 306. Rizky Muhammad AlFajar- Secarik Kelambu ka’bah
25. 309. Budhi Setyawan- Kasidah Pohon Pohon Kurma
26. 22. Agus Kindi- Lelaki Berjubah Langit
27. 6. Matroni el-Moezany. Malam Tanpa cahaya
28. 112. Aprilia Damayanti - Gelagat Rindu
29. 73. Jun Nizami - Amul Huzni
30. 300. Lina Kelana- Tentang Rindu yang Tak Bisa Kubayar Lunas pada Pagi, Siang, Malam dan Detik-detik Gelisahku
31. 219. Seruni. Salam Dari Sajadah Kumal
32. 74. Wahyu Wibowo - Telaga Kasih
33. 281. H.C Luthfie- Cahaya Muda Muhammadku
34. 377. Budi Saputra - Sajak Rindu kepada Kekasih-Mu
35. 227. Rian Ibayana- Seperti Waktu yang Berjalan
36. 191. Rahmat Fajar - Langgam Tanah
37. 179. Moh. Ghuron Cholid - Cermin Waktu yang Selalu Kurindu
38. 146. Malam Gerimis - Alifpun Masih Tegak Lurus Seperti Belati
39. 141. EL- Paso dhuro - Laki-laki Pembelah Bulan yang Dirindukan
40. 129. Thonni Mukharrom IA - Sobekan Cerita Cahaya
41. 19. Imam Apriansyah - Beberapa Alasan Kutembangkan Shalawat untukmu, Ya Rasulullah
42. 194. Gendut Pujiyanto - Rindu yang Merapat
43. 18. Oksa Puko Yuza - Mencari Nama Tanpa Wajah
45. 339. Rafiqi Kalaras - Segala Rindu
46. 361. Massuha El Arief - Maulidia Di Kota Senja
47. 218. Sofyan RH. Zaid- Kepada Kekasihku, Muhammad
48. 128. Irsyad - Meski Harus Melewati Berjuta Doa
49. 94. ‘Ainun Kurnia - Kerinduan di Rimpuh Zaman
50. 110. Gea Harovansi - Lelaku yang telah Dikhianati Tubuhnya
51. 180. Amin Sahri - Seraya Rindu
52. 327. Khairul Umam - Rindu Kasihmu
53. 259. Romaiki Al Hafidz - Manusia Berbulu Rindu
54. 324. Ipung Arrafa - Ku Kecup Rindu Dengan Shalawat
55. 149. Faiz Al Faridzi - Meski Hanya Senyala Dzarrah
56. 144. Syaiful Rahman - Deru Rindu padamu Muhammad
57. 77. WH Mahardhika - Musim yang Tak Terpetakan
58. 54. Nazar Shah Alam - Ada Semacam Rindu di Kelam Buta
59. 284. Kaslan Al-Mandury- Untuk Siraj Al- Munir
60. 76. Azie Narullah - Entah Sejarah, Ataukah...
61. 56. Muhammad Mak - Yang Kau Sematkan Mulai Berpaling Darimu dan Dari-Nya
62. 225. Alif Raung Firdaus -Kasidah Bagi Rasul
63. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu
64. 52. Ritsa Mahyasari - Rindu yang Tak Mampu Ku Bisikkan
65. 319. Kurnia Hidayati - Yang Layak Dirindukan
66. 32. Prabu Magis - Tanpa Nada
67. 323. Rey Seniman Langit - Puisi Untukmu Kekasih
68. 280. Farid Kacong Alif- Muhammad
69. 266. Baiq Desi Luthfiana- Sebuah Lubang di Hati
70. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu
71. 255. Mz. Sami'an - Renung Rindu Pada Sang Bestari
72. 305. Dee Dyantry- Tahajud Rindu
73. 270. Iskandar Alif - Asma Rindu Di Ufuk Iqro'
74. 40. Mahdi Idris - Sebab, Merindukanmu
75. 158. Halim Nur Yahya- Rindu Syafaatmu Yaa Muhammadku
76. 295. M. Danial Bangu - Yaa Rasulullah
77. 302. O'onks F. Rachman- Antara Muhammad dan Sajakku
78. 177. Akhy Dirman Al-Amin - Meniti Jejak Rasulullah
79. 307. Chifrul El Hamasah- Mataku Meraba Rindu
80. 109. Dika Ambarwati - Rindu Kolosal pada Muhammadku
81. 41. Mawardi - Ya Rasul
82. 200. Ach. Cholid Djamali - Rinai Rinai Cinta Abadi
83. 373. Haden Mulyono - Rekah Cinta di Dasar Pantas
84. 256. Om Dompet - Selaras Muhammad
85. 289. Astuti A.Palupi - Rindu Yang Mengaku Rindu Kekasih-Mu, Aku...
86. 51. Ummu Aysyi - Penghulu Zaman
87. 5. Tubagus Rangga Efarasti - Selumbung Jiwa Kami Merindu Rasul
88. 104. Muhammad Qoyyum - Musahabah Rindu
89. 171. Syukron-i Dzunnurain - Kerinduan Hina
90. 364. Fiyan Arjun - Ya Rasulullah Ya Habibillah
91. 82. AD. Rusmianto - Langgam rindu
92. 30. Agus Nugroho - Bulir Rindu untuk Kekasih Allah
93. 189. Serenade Ungu - Mengeja R.I.N.D.U
94. 108. Rirus Farabi - Dalam Pencarianku
95. 376. Ibnu Ziddan - Uhanin
96. Jhody M. Adrowi
97. Raffa Muhammad
98. Nawang Wulandari
99. Elaine Firdausza
Alhamdulillah, inilah namanama yang puisinya akan dibukukan. Dan 100% Royaltinya akan digabung dengan Royalti Buku Antologi Puisi "mengukir Cahaya Ramadhan", "Give Spirit For Indonesia", "Sketsa Angin Di Atas Pasir" yang akan disumbangkan untuk dana kemanusiaan.
Bagi para peserta yang puisinya tidak terpilih, bukan berarti puisinya jelek atau tidak bagus, namun seperti yang sudah saya katakan, melainkan rezeki yang belum Allah Subhanahuwata'ala berikan kepada kalian. Tetap semangat menulis ya...!
Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh.
Penyelenggara
Elaine Firdausza & Nawang Wulandari
Minggu, 04 Maret 2012
KASIDAH HUJAN
masuklah ke dalam saku jaketku, dik
hujan telah menyeret kita ke ruang yang maha basah
jangan kau tunjukan gemetar saat dingin semakin mencubit
dan petir melesatkan getir.
tak perlu sungkan, dik
masuklah dengan senang hati
sebab dunia kerap membekukan langkah
ceruk abad tak jua menguyurkan restu
berlainan dengan hujan yang senantiasa berkasidah di sembarang waktu.
masuklah ke dalam saku jaketku, dik
berbenahlah dengan setia.
2012
Minggu, 19 Februari 2012
MAJALAH SAGANG (RIAU) EDISI JANUARI 2012
Sajak Perjalanan
tak ada yang lebih tenang
selain menyelami matamu
di sesak perjalanan
2011
KEMARAU TAK BERJARAK
bumi retak
langkah menyulut prahara
kata demi kata menjadi api
menjalar
ke belantara dan padang belukar
kemarau tak berjarak
saujana
kering mengerling di kening
sementara sajak demi sajak bukanlah mantra jitu
buat mengundang hujan.
kemarau tak berjarak
puisi menjadi prahara
sayang, aku butuh gerimis
bukan airmata.
2011
PATENGGANG
Rindu ini melangit, melebar merambah hutan-hutan
seperti kijang emas yang berlari kencang.
Rengganis, berkacalah pada kemarau dan hujan
terlalu lama senja tiada turun lembayung
terlalu lama cemas ini memuncak
sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah
atau sekedar memperkaya malam-malam purnama.
Rengganis, tolong titipkan jika benar rindu merepih hati
sebelum waktu menjajah kita kembali.
Rindu ini menembus langit, melebar merambah hutan-hutan
seperti kijang emas berlari kencang
Rengganis, bila cinta ada, harus kucari kemana?
Terlalu lama malam sepi gemintang
telaga hilang riak
hilang embun dari pucuk daun.
Sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah
Rengganis,
merapatlah, kita pecahkan rindu di batu
merapatlah jua pada wujud perahu yang selesai kubangun
kita layari telaga ini
bukti pencarian.
Situ Patenggang
26 Agustus 2007
*Patenggang berasal dari kata Pateangan-teangan (Bahasa Sunda) yang berarti Saling Cari.
TELAGA RINDU
Yang terhampar luas di mata kesunyian,
adalah genangan harap tak terhingga, cekungan rasa tak berujung.
Oh, aku terperangkap kaku pada tubuh yang gigil merindu.
Menanti, menangkap kelebat cahaya di langit bulan suci.
Sementara yang terperangkap pada kental udara malam,
adalah gelombang cemas yang berputar di sekitar bulan setengah lingkaran,
bersama getar hati yang mengeja musim dan gerak arloji.
Yang menjulang hingga ke puncak
adalah mercusuar tak terjangkau tingginya, gelisah damba yang merambah langit.
Menanti, tawaf disepanjang malam seribu bulan.
Sementara yang terperangkap pada desau angin pagi
adalah gejolak bahagia yang tak terbatas dan menggelembung ke atas.
JULI 2011
SUBUH DI GAMBIR
Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri,
mengejar gerbong bisu yang baru datang.
Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta dingin.
Ah, lelah jua di sini
kutambatkan cemas pada puncak monas.
Stasion Gambir 2011
TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan
mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik
apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.
sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari
memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda
asing.
kemudian segenap kenangan yang sempat membukit
perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan
ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.
seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.
langkah dan peristiwa tak terukir di batu.
2011
SMS BUAT CHAIRIL ANWAR
Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.
Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,
Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung
lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.
Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.
Bung, negeri ini wajib selamat
namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik
Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.
Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi
segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.
Bung, negeri ini hilang wajah
semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis
tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.
Jalan juangmu terlindas terus-menerus
oleh gerbong-gerbong kekuasaan.
Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.
Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?
semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.
Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?
Jika setuju, tolong balas sms ini.
2011
http://www.majalahsagang.com/majalah-160.html
CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)
Carita Tina Dua Carita “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“ ...
-
Selain sebagai kota kuliner serta fashion. Bandung juga bisa disebut kota museum karena Bandung memiliki beberapa museum yang sangat menarik...
-
GUNUNG PADANG, SITUS WISATA YANG TERSEMBUNYI. Mendengar kata Ciwidey, yang terlintas dalam pikiran kita tidak akan jauh dari wisata. Terle...
-
http://www.suarapembaruan.com/pages/e-paper/2011/06/19/ MENCURI KELAM Mencuri kelam dari tubuhmu ayang udzur, lebih menegangkan dibandin...