Kamis, 10 Mei 2012

GADIS BERAMBUT PIRANG MASUK SEBUAH KUMPULAN CERPEN


Berikut nama – nama pemenang Lomba Cerpen Perdana
Penerbit “Sahabat Kata” tema Cinta Pertama

Alhamdulillah, akhirnya tuntas juga program lomba menulis cerpen perdana yang diadakan penerbit self publishing sahabat kata. Sebelumnya kami selaku panitia mengucapkan terimakasih banyak atas antusias peserta, bahkan banyaknya peserta diluar dugaan kami. Yang kami hanya perkiraan mencapai maksimal 200 peserta, mengingat sahabat kata selfpublishing yang baru memulai gaungnya. Justru lebih dari 3 kali lipatnya. Hal ini membuat kami semangat, dan pastinya sulit mencari 25 peserta terbaik, mengingat semua cerpen yang dikirim bagus-bagus.
Dan alhasil setelah kami pertimbangkan, kami memilihnya menjadi 85 peserta, setelah beberapa kami melakukan 3 kali tahap eliminasi.
Sebelumnya, untuk yang belum terpilih, jangan berkecil hati dan sedih. Tetap semangat, karena lomba ini hanyalah satu diantara perlombaan yang banyak diadakan oleh seluruh penerbit.

25 Cerita terbaik keputusan Juri

Juara 1 : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 350 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 2    : Voucher penerbitan sahabat kata senilai 300 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku
Juara 3 : Voucher Penerbitan sahabat kata senilai 250 ribu + T-Shirt Sahabat Kata + Buku terbit + Sertifikat + Merchandise + Kartu Diskon buku


Juara 1
Yang Datang Terlambat
Karya Nadya Eka Lestari

Juara 2
Re  
Karya Aulia Musla Mustika

Juara 3
Mengambang di Bahtera Gamang
Karya Syihabul Furqon

Voucher Penerbitan Paket Percaya Diri senilai 150 ribu + sertifikat (bagi yang memesan buku akan dikirim fisik, namun yang tidak kami akan kirim via email)


23 Cerita terbaik
  1. Kata yang hilang – Thoni Mukharrom
  2. Sunlight – Artie Ahmad
  3. Aku mencintaimu, Sangat! - Andi Ayuni Dara Uleng
  4. Aku, Hujan & Kamu – Indi Trini Humaera
  5. I Found You – Candhry Lupita
  6. Cinta Pertama? - Titi Nurmala Kekenusa
  7. Cinta Pertamaku ? – Roma DP
  8. Cintaku kandas sepulang merantau – Latif Nur Janah
  9. Kidung Kutukan dalam puisi – Ratih Mandalawangi
10.  Lentera Rinduku – Ambar Syafaatun
11.  Letter – Eny Puji Lestari
12.  Gadis Berambut Pirang – Rian Ibayana
13.  Pencerita Cinta yang bijak - A’yat Khalili
14.  Purnama Telah Mati – Ayu Saraswati Ramadhany
15.  Danau – Melia D. Kasturi
16.  Menanti Cinta Di dalam kegelapan – Hardyansyah
17.  Memoar Layar Tancap - Aditya D. Sugiarso
18.  Bidadari Beraroma Diksi – Sandza ( Irwan Sanja)
19.  Gadis Pencuri Cahaya Bulan – Aulia Nur Inayah
20.  Rumah Kertas – Desy Susanti
21.  Rumus Cinta – Nida Fadlilah
22.  Sebuah Masa Lalu - Lady Hafidaty R.K

Senin, 09 April 2012

RADAR TASIKMALAYA 8 APRIL 2012

SEPEDA ANAK

cerita masa kecil melaju di sepeda biru roda tiga
dengan perlahan menggilas keramik rumah
menggilas gang demi gang
menggilas waktu yang merentakan setiap kayuhan.
pikiran-pikiran mungil melambung seiring lagu anak yang diperdengarkan.
bergeraklah nak
sebab usia berputar seiring rotasi roda
semakin jauh
kayuh dengan cepat
dan berlarilah.
2012


SAMPAI DRAMA INI BERAKHIR

Ingin kusetubuhi potretmu dengan leluasa
lewat hasrat liarku hingga dapat kau kecap,
nafasku yang berantakan.
Hasratku menggila
kulumat kehormatan potretmu
seperti penjajah
melumat habis tanah jajahannya.
Ketidakberdayaanmu
berarti kejayaanku
maka rasakanlah
kekuatan serta ambisi
ang mengalir dalam aortaku.
Jangan menjerit
mendesahlah untuku
agar tak sia-sia kebejadanku.
Berbaringlah...!
Biar kulipat hari-harimu dalam dadaku
Karena berantakan pula nafasmu.
Sampai drama ini berakhir
disambut sorak sorai dan tepuk tangan.
SEPTEMBER 2010


MEMOTONG RAMBUT

Memotong rambut, mengakhiri musim sunyi
yang mengendap di dada kanan dan kiri.
Menutup pentas gelisah cuaca.
Cahaya gemilang kelap-kelip di hadapan
semakin ke atas semakin terang.
Lama sudah, beban-beban bergelayut di raut rambut
terkadang menarik ke belakang
hingga langkah oleng, limbung jalan.
Memotong rambut, menamatkan alamat lama
memburu ruang baru.
2010


HALAMAN MALAM

Anyir sepi menyeruak ke ruang malam
Seiring lampu neon yang sengaja dipecahkan
Tak ada ruang buat menambatkan temali
Kebenaran yang kental tumpah di ubin
Tak ada yang lebih lindap selain kehilangan kebebasan
Tak ada yang lebih jalang s
elain mengarungi bulan yang bergetar dalam getir
Ketika musnah waktu minum susu,
musnah waktu menenangkan gelisah
musnah waktu mengubur debur huru-hara.
Anyir sepi menyeruak ke ruang malam
seiring lampu neon yang sengaja dipecahkan
hilang ruang untuk bersidekap memahami ketentraman langit
hilang ruang untuk menumbuk butir takdir dan memahami ketentraman bumi.
“Saat setiap kepala merasa benar, saat itulah dunia makin nanar”
2011


DUKA MENGENDAP DI DEKAT TIANG TOKO

duka mengendap di dekat tiang toko
di bawah remang cahaya neon
ternyata nasib tak seritmis gerimis
memeras jantung dan memaksa memahat jejak ini
gelisah yang semakin hari semakin kenta
ltumpah di ubin orange depan mall yang telah mendengkur
usia yang mengahadap pagar trotoar
melahirkan bayangan di lengang jalan
duka mengendap di dekat tiang toko
langit seperti menaburkan memar
saat runcing kilat mendenyutkan ungu subuh
ah, tak ada yang menghampiri malam ini
hanya angin dan gaung sunyi
sebab hidup harus tetap bersidekap
langkah ini bergulir mantap
2012


PRAHARA

sesak
seperti tak pernah dia temui jalan datar
tangga demi tangga makin memuncak
sementara dadanya berdetak
melebihi nada dering di handphone
melebihi ketiukan-ketukan dari dalam mobil yang memanggil mesra
lelah
seperti tak pernah dia temui pijar fajar
maupun raut matahari
begitupun dengan cahaya dan kunang-kunang
seperti meredupkan degup
lalu menghilang
jenuh
dia seperti hilang seluruh.
2012



KE KOTA LUKA II
-tragedi Bima

patahkan kuas
bakar kanvas di tanganmu
tiada lagi yang mesti dilukis
sebab tetes demi tetes darah lebih pekat dari cat
lihatlah ke tenggara, di pagi buta langit memerah amarah
pelabuhan kota dibingkai luka
hilang rasa keadilan adalah takdir terlindap
patahkan kuas
bakar kanvas di tanganmu
tiada lagi yang mesti dilukis
sebab hidup ada di bawah ancaman
moncong bedil dan tajam belati
serta taring kekuasaan
hilang rasa kemanusiaan adalah tragedi tergelap

ujung 2011

Jumat, 09 Maret 2012

100 PUISI ANTOLOGI KOMUNITAS SASTRA RUMAH SUNGAI LOMBOK TIMUR

1) A Ashly Nugraha M - Mencari Nada yang Hilang

2) A.Ganjar Sudibyo – Oratorium

3) A’yat Khalili - Sketsa Bukit Sajadah

4) AF Kurniawan - Sepanjang Hidup Yang Mengahadap Matamu

5) Ahmad Ijazi H - Pelayaran Gerhana

6) Anisa Juniarti - Hitam dan Putih

7) Andi Magadhon - Fragmen Pelaut Muda

8) Arlin Widya Safitri – Jendela Melewati Dua Musim

9) Arther Panther Olii - Puisi-Puisi yang Kubaca di Beberapa Bagian Tubuhmu

10) Arther Panther Olii – Semesta Nama Bunda

11) Anisa Purwa Ningrum – Haus Kasih-Mu

12) Avinda Aminatun - Tanyaku Mengapa

13) Baiq Westi Rahmi - Bukan Benalu

14) Baqiyatussolihat – Kembaliku Padamu

15) Budhi Setyawan - Metafora (1)

16) Darihan Mubarak – Di Bawah Atap Gereja

17) Dalasari Pera - Di Kotamu, Kurekam Gambar-Gambar

18) Dianna Firefly – Sajak Kita Yang Tak Ada

19) Dika Agusta - Perempuan Hujan

20) Diyas Rifka Annisa - Hembusan Angin Januari

21) Dimas Indianto S - Fragmen doa dalam hujan

22) Drygin Dayaningrum - Tentang Rerumputan

23) Deri Hudaya – Cerita Anjing Pada Blues

24) En Kurliadi Nf – Seorang Perempuan di Kolam Sorban; Ibu

25) Emingga Sartiana - Syair Adam Hawa

26) Fadhila Eka Ratnasari - Tentang Puisi Cinta Yang Terselip Di Antara Debu

27) Fanni Supenda – Pak ‘Maling’ Yang Terhormat

28) Fanny Ys - Rindu, Bromo

29) Febri mira rizki - Sejoli terjerat di ruang mimpi

30) Fida’ Husain - Cerita di Pagi Hari

31) Fina Lanahdiana - Cerutu Yang Terus Menerus Melubangi Paru-Paru

32) Fitri Masruroh - Alpa Pada Asa

33) Gilang Kencana - Aku dan Bintang Masa Laluku Adalah Kosong

34) Hadi Kurniawan AR – Introvertebrata

35) H.C Luthfie - Diksi Kematian

36) Irfan Fauzi - Di Bawah Naungan Gubug Reot

37) Ibnu Ardhy – Perempuan Bisu

38) Indra Prasetyo - Menanti Datangnya Hujan

39) Iin Munawaroh - Pemudaku dalam Ekor Anak Angsa

40) Ika Pasca Himawati – Kau Tahu Kawan ?!

41) Ima Santika Jayati - Bicara pada Tuhan yang Sama

42) Istianah Qudsi Falkhi - Do’a Sebatang Mangrove

43) Jun Nizami - Kepada Perempuan Laut

44) Kemas Ferri Rahman - Sepucuk Surat buatmu, dan Beberapa Do’a Sederhana yang Terselip di dalamnya

45) Khairunnisa - Aku Melihatmu ( Lebih Dari Disepanjang Kau Menoleh Aku: Sedetik Saja)

46) Khilmatushofa - Sepucuk Surat Untukmu Ayah :

47) Kirom Semburat Cahaya – Caleg Muda

48) Lailatul Kiptiyah - Kepada yang Jauh

49) Lauh Sutan Kusnandar - Gedoran Mutakhir

50) Lina Kelana - Tentang Perbincangan Yang Tak Lekas Memberi Kesepakatan Setelah Denting Ke Sembilan Mengetuk – Ngetuk Pintu Rumah Dan Jendela Kaca

51) La Ode Gusman Nasiru - Yang Aku Ingat

52) Marsus Ala Utsman - Lecutan Suara Burung

53) Mar’atun Solihah – Pertemuan Kali ini

54) Muhammad Irwan Aprialdy - Rumah Hujan

55) Muhammad Khoirul Atqiya’ – Maaf

56) Mario F Lawi – Retina

57) Muhammad Madun Anwar – Ibuku

58) Muhammad Anugerah Firdaus – Ternyata Gugur

59) Maria Heni Krisnasari – SRI

60) Muhammad Ramli – Tinta Kotor Tinta

61) Majenis Panggar Besi - Sepanjang Taba Terunjam hingga Liku Sembilan

62) Malam gerimis - Menuju Rumah Kekasih

63) Maulana Satrya Sinaga - Cerita Singkat Tentang Keluargaku Sebelum Pasang Gelombang

64) Meidi Chandra - Hanya Manusia

65) Meylan Lolita - Jika Kau Merasa Kehilangan, Pastikan Semua Akan Baik-Baik Saja

66) Niken Larasati - Bukan Petaka, Namun Pengorbanan

67) Nenni Makmun - Sebuah Perjalanan

68) Nida Faradillah – Tuhan

69) Nasibatul Mahmudah – Gadis Kecil Itu

70) Novia Rispawati – Nasib Seorang Pengemis

71) Nurlaelan Puji Jagad - Ikrar Pagi

72) Pretty AW - Figur Syahadah

73) Rizky Muhammad Alfajar – Perempuan Biru

74) Reni Nurhasanah – Aku Berpijak di atas Bebanmu

75) Rahmat Hidayat – Manusia dan Tuhan

76) Rahman Bustami Hidayat – Rona Merah

77) Rassela Malinda – Perempuan Tua Yang Berpeluh Air Mata dan Darah Ini Adalah Ibumu

78) Reza Anindita - Testimoni Pengungsi

79) Rian Ibayana - Sabung Patana

80) Sami’an – Pesan Untukmu

81) Sandza - Lukisan Gurat Urat Ayah

82) Sadheva D (Zahid Panji Sadewo) - Dansa Purnama

83) Septantya Chandra – Parfum

84) Sinar Yunita Purba - Kharispia, Teduh Di Antara Penat...

85) Sujud Arismana - T r i

86) Suci Nurani wulandari - Ada dan semudah itu

87) Siti Khumairah – Dongakkan Khayal

88) Shofiana Amini Rizki – Untuk Selamanya

89) Saniatul Husna – Siput Tak Bercangkang

90) Siti Aisyah Juliana – Sahabatku

91) Taufiqoh Rahma – Terjatuh

92) Udin Sape Bima - Bima Kembali Berduka

93) Umi Lutfiah - Untukmu, Ibu

94) Uswatun Hasanah – Kisah Siswa Gadungan

95) Wahyu Ardhiana Anggraini - Aku Memanggilnya Ibu

96) Widya Ajeng Pemila - Tak Perlu Lagi

97) Wicha Spicca Breeze - Palung Keimanan

98) Wulan (Luna Sancaka) - Anak Bangsa Hari Ini 17082010

99) Winarni Lestari - Jangan Ketuk Jendela Kamarku

100) Yori Kayama - Tentang Dini Hari

Jika ada kesalahan penulisan nama penulis dan judul puisi, segera beritahukan ke admin. bagi semua peserta lomba, baik yang lolos maupun yang tidak lolos, karyanya akan dimuat secara bertahap di buletin embun. salam sastra.

TTd

Panitia Lomba

ANTOLOGI RINAI RINDU

Bismillahirahmanirrahim....

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh

Berikut adalah daftar namanama peserta yang puisinya akan dibukukan dalam antologi puisi "Rinai Rindu untuk Muhammad Kekasih-Mu"

1. 47. Mahfudz A Yoga Darmora - Epitaf Rindu

2. 126. Ahmad Ijazi H - Mahar Kerinduan

3. 210. A'yat khalili- Kasidah Rindu Sebelum Mati

4. 39. Arif Fitra Kurniawan - Duri-Duri Kerinduanku, Himada

5. 390. Fahrur Rozi Atma - Mengalamatkan Rindu

6. 187. Arther Panther Olii - Perihal Rindu yang Berlayar Mencari Pelabuhan Paling Madu

7. 143. F Rizal Alief - Puisi untuk Kanjeng Nabi

8. 220. Dalasari Pera- Aku Biarkan Manik-manik Berjatuhan

9. 379. Niken Kartikasari - Rindu Yang Selalu Ranum; Kepada Engkau, Yaa Habiballah

10. 389. Luqman Tambusi - Sabdamu yang Mengeram

11. 292. Faisal Syahreza- Aku Bershalawat di Kota Ini

12. 136. Sudianto - Migrasi Air Mata ke Padang Senja

13. 91. Ilham Jatioko - Ekstase Rindu

14. 154. Fina Lanahdiana - pada Sebuah Gigir Rindu

15. 263. Aksan Taqwin Embe. Menuai Lelaki wajah Syurga

16. 176. Lauh Sutan Kusnandar - Larung Rindu

17. 304. Faizal Oddang- Kabar dari Seorang Pemijah Laron: Untuk Muhammad SAW . bin Abdullah.

18. 231. Nadrah Chino - Larik Rindu

19. 67. Imam Eka Puji Al-Ghazali - Di Ambang Telaga Shafar

20. 24. Abu sudar- Riwayatmu yang Aku Rindu

21. 46. Pringadi Abdi Surya - Tiga Air Mata untuk Kekasih Allah

22. 61. Kamil Koma - Nyanyian Hantu

23. 230. Shohifur Ridho Ilahi- Perahu Dini Hari

24. 306. Rizky Muhammad AlFajar- Secarik Kelambu ka’bah

25. 309. Budhi Setyawan- Kasidah Pohon Pohon Kurma

26. 22. Agus Kindi- Lelaki Berjubah Langit

27. 6. Matroni el-Moezany. Malam Tanpa cahaya

28. 112. Aprilia Damayanti - Gelagat Rindu

29. 73. Jun Nizami - Amul Huzni

30. 300. Lina Kelana- Tentang Rindu yang Tak Bisa Kubayar Lunas pada Pagi, Siang, Malam dan Detik-detik Gelisahku

31. 219. Seruni. Salam Dari Sajadah Kumal

32. 74. Wahyu Wibowo - Telaga Kasih

33. 281. H.C Luthfie- Cahaya Muda Muhammadku

34. 377. Budi Saputra - Sajak Rindu kepada Kekasih-Mu

35. 227. Rian Ibayana- Seperti Waktu yang Berjalan

36. 191. Rahmat Fajar - Langgam Tanah

37. 179. Moh. Ghuron Cholid - Cermin Waktu yang Selalu Kurindu

38. 146. Malam Gerimis - Alifpun Masih Tegak Lurus Seperti Belati

39. 141. EL- Paso dhuro - Laki-laki Pembelah Bulan yang Dirindukan

40. 129. Thonni Mukharrom IA - Sobekan Cerita Cahaya

41. 19. Imam Apriansyah - Beberapa Alasan Kutembangkan Shalawat untukmu, Ya Rasulullah

42. 194. Gendut Pujiyanto - Rindu yang Merapat

43. 18. Oksa Puko Yuza - Mencari Nama Tanpa Wajah

45. 339. Rafiqi Kalaras - Segala Rindu

46. 361. Massuha El Arief - Maulidia Di Kota Senja

47. 218. Sofyan RH. Zaid- Kepada Kekasihku, Muhammad

48. 128. Irsyad - Meski Harus Melewati Berjuta Doa

49. 94. ‘Ainun Kurnia - Kerinduan di Rimpuh Zaman

50. 110. Gea Harovansi - Lelaku yang telah Dikhianati Tubuhnya

51. 180. Amin Sahri - Seraya Rindu

52. 327. Khairul Umam - Rindu Kasihmu

53. 259. Romaiki Al Hafidz - Manusia Berbulu Rindu

54. 324. Ipung Arrafa - Ku Kecup Rindu Dengan Shalawat

55. 149. Faiz Al Faridzi - Meski Hanya Senyala Dzarrah

56. 144. Syaiful Rahman - Deru Rindu padamu Muhammad

57. 77. WH Mahardhika - Musim yang Tak Terpetakan

58. 54. Nazar Shah Alam - Ada Semacam Rindu di Kelam Buta

59. 284. Kaslan Al-Mandury- Untuk Siraj Al- Munir

60. 76. Azie Narullah - Entah Sejarah, Ataukah...

61. 56. Muhammad Mak - Yang Kau Sematkan Mulai Berpaling Darimu dan Dari-Nya

62. 225. Alif Raung Firdaus -Kasidah Bagi Rasul

63. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu

64. 52. Ritsa Mahyasari - Rindu yang Tak Mampu Ku Bisikkan

65. 319. Kurnia Hidayati - Yang Layak Dirindukan

66. 32. Prabu Magis - Tanpa Nada

67. 323. Rey Seniman Langit - Puisi Untukmu Kekasih

68. 280. Farid Kacong Alif- Muhammad

69. 266. Baiq Desi Luthfiana- Sebuah Lubang di Hati

70. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu

71. 255. Mz. Sami'an - Renung Rindu Pada Sang Bestari

72. 305. Dee Dyantry- Tahajud Rindu

73. 270. Iskandar Alif - Asma Rindu Di Ufuk Iqro'

74. 40. Mahdi Idris - Sebab, Merindukanmu

75. 158. Halim Nur Yahya- Rindu Syafaatmu Yaa Muhammadku

76. 295. M. Danial Bangu - Yaa Rasulullah

77. 302. O'onks F. Rachman- Antara Muhammad dan Sajakku

78. 177. Akhy Dirman Al-Amin - Meniti Jejak Rasulullah

79. 307. Chifrul El Hamasah- Mataku Meraba Rindu

80. 109. Dika Ambarwati - Rindu Kolosal pada Muhammadku

81. 41. Mawardi - Ya Rasul

82. 200. Ach. Cholid Djamali - Rinai Rinai Cinta Abadi

83. 373. Haden Mulyono - Rekah Cinta di Dasar Pantas

84. 256. Om Dompet - Selaras Muhammad

85. 289. Astuti A.Palupi - Rindu Yang Mengaku Rindu Kekasih-Mu, Aku...

86. 51. Ummu Aysyi - Penghulu Zaman

87. 5. Tubagus Rangga Efarasti - Selumbung Jiwa Kami Merindu Rasul

88. 104. Muhammad Qoyyum - Musahabah Rindu

89. 171. Syukron-i Dzunnurain - Kerinduan Hina

90. 364. Fiyan Arjun - Ya Rasulullah Ya Habibillah

91. 82. AD. Rusmianto - Langgam rindu

92. 30. Agus Nugroho - Bulir Rindu untuk Kekasih Allah

93. 189. Serenade Ungu - Mengeja R.I.N.D.U

94. 108. Rirus Farabi - Dalam Pencarianku

95. 376. Ibnu Ziddan - Uhanin

96. Jhody M. Adrowi

97. Raffa Muhammad

98. Nawang Wulandari

99. Elaine Firdausza

Alhamdulillah, inilah namanama yang puisinya akan dibukukan. Dan 100% Royaltinya akan digabung dengan Royalti Buku Antologi Puisi "mengukir Cahaya Ramadhan", "Give Spirit For Indonesia", "Sketsa Angin Di Atas Pasir" yang akan disumbangkan untuk dana kemanusiaan.

Bagi para peserta yang puisinya tidak terpilih, bukan berarti puisinya jelek atau tidak bagus, namun seperti yang sudah saya katakan, melainkan rezeki yang belum Allah Subhanahuwata'ala berikan kepada kalian. Tetap semangat menulis ya...!

Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Penyelenggara

Elaine Firdausza & Nawang Wulandari

Minggu, 04 Maret 2012

KASIDAH HUJAN

KASIDAH HUJAN

masuklah ke dalam saku jaketku, dik
hujan telah menyeret kita ke ruang yang maha basah
jangan kau tunjukan gemetar saat dingin semakin mencubit
dan petir melesatkan getir.
tak perlu sungkan, dik
masuklah dengan senang hati
sebab dunia kerap membekukan langkah
ceruk abad tak jua menguyurkan restu
berlainan dengan hujan yang senantiasa berkasidah di sembarang waktu.

masuklah ke dalam saku jaketku, dik
berbenahlah dengan setia.

2012

Minggu, 19 Februari 2012

MAJALAH SAGANG (RIAU) EDISI JANUARI 2012

Sajak Perjalanan

tak ada yang lebih tenang

selain menyelami matamu

di sesak perjalanan

2011

KEMARAU TAK BERJARAK

bumi retak

langkah menyulut prahara

kata demi kata menjadi api

menjalar

ke belantara dan padang belukar

kemarau tak berjarak

saujana

kering mengerling di kening

sementara sajak demi sajak bukanlah mantra jitu

buat mengundang hujan.

kemarau tak berjarak

puisi menjadi prahara

sayang, aku butuh gerimis

bukan airmata.

2011

PATENGGANG

Rindu ini melangit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas yang berlari kencang.

Rengganis, berkacalah pada kemarau dan hujan

terlalu lama senja tiada turun lembayung

terlalu lama cemas ini memuncak

sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

atau sekedar memperkaya malam-malam purnama.

Rengganis, tolong titipkan jika benar rindu merepih hati

sebelum waktu menjajah kita kembali.

Rindu ini menembus langit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas berlari kencang

Rengganis, bila cinta ada, harus kucari kemana?

Terlalu lama malam sepi gemintang

telaga hilang riak

hilang embun dari pucuk daun.

Sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

Rengganis,

merapatlah, kita pecahkan rindu di batu

merapatlah jua pada wujud perahu yang selesai kubangun

kita layari telaga ini

bukti pencarian.

Situ Patenggang

26 Agustus 2007

*Patenggang berasal dari kata Pateangan-teangan (Bahasa Sunda) yang berarti Saling Cari.

TELAGA RINDU

Yang terhampar luas di mata kesunyian,

adalah genangan harap tak terhingga, cekungan rasa tak berujung.

Oh, aku terperangkap kaku pada tubuh yang gigil merindu.

Menanti, menangkap kelebat cahaya di langit bulan suci.

Sementara yang terperangkap pada kental udara malam,

adalah gelombang cemas yang berputar di sekitar bulan setengah lingkaran,

bersama getar hati yang mengeja musim dan gerak arloji.

Yang menjulang hingga ke puncak

adalah mercusuar tak terjangkau tingginya, gelisah damba yang merambah langit.

Menanti, tawaf disepanjang malam seribu bulan.

Sementara yang terperangkap pada desau angin pagi

adalah gejolak bahagia yang tak terbatas dan menggelembung ke atas.

JULI 2011

SUBUH DI GAMBIR

Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri,

mengejar gerbong bisu yang baru datang.

Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta dingin.

Ah, lelah jua di sini

kutambatkan cemas pada puncak monas.

Stasion Gambir 2011

TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan

mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik

apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.

sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari

memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda

asing.

kemudian segenap kenangan yang sempat membukit

perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan

ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.

seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.

langkah dan peristiwa tak terukir di batu.

2011

SMS BUAT CHAIRIL ANWAR

Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.

Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,

Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung

lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.

Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.

Bung, negeri ini wajib selamat

namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik

Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.

Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi

segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.

Bung, negeri ini hilang wajah

semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis

tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.

Jalan juangmu terlindas terus-menerus

oleh gerbong-gerbong kekuasaan.

Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.

Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?

semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.

Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?

Jika setuju, tolong balas sms ini.

2011

http://www.majalahsagang.com/majalah-160.html

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...