Jumat, 12 Mei 2017

PUISI RIAN IBAYANA DI HARIAN WAKTU (CIANJUR) 5 MEI 2017


SAJAK UJUNG TAHUN II

Perkara rindu yang kerap menyergap di ujung musim
biarkan menyalak bersama lengking klakson dan jerit terompet.
Pada titik ini, matikan sejenak getar arloji
biarkan diri melatih sunyi, bertapa di keramaian.
Sebab esok tiada yang berubah, setiap mata berbicang hal yang sama
bicara cemas yang semakin mengancam.

2016



Kancing Lobang  Dua

Tentramlah di sana bersama saudara-saudara kembarmu
Merekatkan hijau di bagian dada kanan
Dengan merah di bagian dada kiri
Juga tegarlah
mengunci rahasia
Yang tersimpan di dalam saku

2016

Di Ruang ICCU
-           Kiai Matdon


Debar mengakar pada ubin dingin
Cemas pecah di kening  labirin, lorong senyap
Di  balik kaca
Doa-doa menyatu dengan udara dalam tabung oksigen
Dzikir mengalir lewat cairan infus

Oh, Mukjizat
Oh, Mukjizat

2016










Pesan Dari Seorang Penari
-           Toleng Ahmad Insyafiah

Aku berkaca berkali-kali, memahami gurat-gurat peristiwa
ketika yang nyata dibalut topeng.
Sementara di pinggir panggung, mata demi mata terbuai lena
gemulai tubuh nan ayu.
Maka pahamilah gerak yang tersirat, dari  memar yang senantiasa aku tutupi.
Kenyataan yang sebenarnya.

2016














Kepada Sumbi

Di luar, bibir-bibir maut seperti mengancam
Agar waktu meloncat lebih cepat
Kau begitu cermat memainkan epiosde ini, melempar peluang,
Sementara di tanganmu, segenggam cara telah mencekik harapan.
Sungguh  tiada yang lebih mengerikan
Selain suara alu menikam lesung,
di ujung
senyummu begitu manis namun menyiksa,
seperti cahaya fajar yang berwajah tajam.

2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...