Jumat, 08 Mei 2020

PUISI RIAN IBAYANA KHAZANAH PIKIRAN RAKYAT 06 MEI 2020


Variasi Malam

Malampun berjantung,
dentumannya lebih kencang  dari deru jantungmu.
Getarannya lebih terasa, bahkan cenderung tergesa.
Sementara kita masih menggauli puing-puing ragu dalam raga
Yang seharusnya kita tinggalkan ketika ikatan mula menghiba.
Malampun berjantung, bahkan detaknya lebih kacau tak beraturan.
Dingin mencekam, cahaya temaram seperti membunuh dirinya sendiri.
Sementara kita masih bergulat tak tentu, mencoba mengukur nasib
Menikam waktu.

2020




DI HALAMAN ASING

Akhir-akhir ini, kita semakin tersesat serta lupa jalan pulang
Rumah, yang berabad-abad kita huni dengan mudah kita tinggalkan,
Dalam keadaan  jendela terbuka dan pintu tidak terkunci

Akhir-akhir ini, kita kerap mengira-ngira
halaman lain lebih terang dari matahari
Padahal bukan tidak mungkin kita dihadapkan dengan hujan
Maupun badai

Akhir-akhir ini kita terlalu larut dalam batin kata, yang tak mampu kita cerna
Sementara tiang-tiang rumah, kita biarkan keropos begitu saja
Dinding-dinding mengelupas, noda-noda dibiarkan mengeras pada kaca dan teras.

Bukankah kenangan kita ada di sana?
Bukan di jalan ini, bukan di halaman asing  ini?

2019



 SARKOFAGUS


Selamat siang
Izinkan aku mengetuk pintu purbamu
Menyelami musim sunyi yang mustahil tersentuh
Berilah restu untuk menyatu dengan udara masa silammu
Dimana sajak demi sajak, serta mantra kematian
Saling melengkapi
Menaruh jejak di batu, jembatan menuju nirwana

OKTOBER 2019












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...