Jumat, 09 Maret 2012

100 PUISI ANTOLOGI KOMUNITAS SASTRA RUMAH SUNGAI LOMBOK TIMUR

1) A Ashly Nugraha M - Mencari Nada yang Hilang

2) A.Ganjar Sudibyo – Oratorium

3) A’yat Khalili - Sketsa Bukit Sajadah

4) AF Kurniawan - Sepanjang Hidup Yang Mengahadap Matamu

5) Ahmad Ijazi H - Pelayaran Gerhana

6) Anisa Juniarti - Hitam dan Putih

7) Andi Magadhon - Fragmen Pelaut Muda

8) Arlin Widya Safitri – Jendela Melewati Dua Musim

9) Arther Panther Olii - Puisi-Puisi yang Kubaca di Beberapa Bagian Tubuhmu

10) Arther Panther Olii – Semesta Nama Bunda

11) Anisa Purwa Ningrum – Haus Kasih-Mu

12) Avinda Aminatun - Tanyaku Mengapa

13) Baiq Westi Rahmi - Bukan Benalu

14) Baqiyatussolihat – Kembaliku Padamu

15) Budhi Setyawan - Metafora (1)

16) Darihan Mubarak – Di Bawah Atap Gereja

17) Dalasari Pera - Di Kotamu, Kurekam Gambar-Gambar

18) Dianna Firefly – Sajak Kita Yang Tak Ada

19) Dika Agusta - Perempuan Hujan

20) Diyas Rifka Annisa - Hembusan Angin Januari

21) Dimas Indianto S - Fragmen doa dalam hujan

22) Drygin Dayaningrum - Tentang Rerumputan

23) Deri Hudaya – Cerita Anjing Pada Blues

24) En Kurliadi Nf – Seorang Perempuan di Kolam Sorban; Ibu

25) Emingga Sartiana - Syair Adam Hawa

26) Fadhila Eka Ratnasari - Tentang Puisi Cinta Yang Terselip Di Antara Debu

27) Fanni Supenda – Pak ‘Maling’ Yang Terhormat

28) Fanny Ys - Rindu, Bromo

29) Febri mira rizki - Sejoli terjerat di ruang mimpi

30) Fida’ Husain - Cerita di Pagi Hari

31) Fina Lanahdiana - Cerutu Yang Terus Menerus Melubangi Paru-Paru

32) Fitri Masruroh - Alpa Pada Asa

33) Gilang Kencana - Aku dan Bintang Masa Laluku Adalah Kosong

34) Hadi Kurniawan AR – Introvertebrata

35) H.C Luthfie - Diksi Kematian

36) Irfan Fauzi - Di Bawah Naungan Gubug Reot

37) Ibnu Ardhy – Perempuan Bisu

38) Indra Prasetyo - Menanti Datangnya Hujan

39) Iin Munawaroh - Pemudaku dalam Ekor Anak Angsa

40) Ika Pasca Himawati – Kau Tahu Kawan ?!

41) Ima Santika Jayati - Bicara pada Tuhan yang Sama

42) Istianah Qudsi Falkhi - Do’a Sebatang Mangrove

43) Jun Nizami - Kepada Perempuan Laut

44) Kemas Ferri Rahman - Sepucuk Surat buatmu, dan Beberapa Do’a Sederhana yang Terselip di dalamnya

45) Khairunnisa - Aku Melihatmu ( Lebih Dari Disepanjang Kau Menoleh Aku: Sedetik Saja)

46) Khilmatushofa - Sepucuk Surat Untukmu Ayah :

47) Kirom Semburat Cahaya – Caleg Muda

48) Lailatul Kiptiyah - Kepada yang Jauh

49) Lauh Sutan Kusnandar - Gedoran Mutakhir

50) Lina Kelana - Tentang Perbincangan Yang Tak Lekas Memberi Kesepakatan Setelah Denting Ke Sembilan Mengetuk – Ngetuk Pintu Rumah Dan Jendela Kaca

51) La Ode Gusman Nasiru - Yang Aku Ingat

52) Marsus Ala Utsman - Lecutan Suara Burung

53) Mar’atun Solihah – Pertemuan Kali ini

54) Muhammad Irwan Aprialdy - Rumah Hujan

55) Muhammad Khoirul Atqiya’ – Maaf

56) Mario F Lawi – Retina

57) Muhammad Madun Anwar – Ibuku

58) Muhammad Anugerah Firdaus – Ternyata Gugur

59) Maria Heni Krisnasari – SRI

60) Muhammad Ramli – Tinta Kotor Tinta

61) Majenis Panggar Besi - Sepanjang Taba Terunjam hingga Liku Sembilan

62) Malam gerimis - Menuju Rumah Kekasih

63) Maulana Satrya Sinaga - Cerita Singkat Tentang Keluargaku Sebelum Pasang Gelombang

64) Meidi Chandra - Hanya Manusia

65) Meylan Lolita - Jika Kau Merasa Kehilangan, Pastikan Semua Akan Baik-Baik Saja

66) Niken Larasati - Bukan Petaka, Namun Pengorbanan

67) Nenni Makmun - Sebuah Perjalanan

68) Nida Faradillah – Tuhan

69) Nasibatul Mahmudah – Gadis Kecil Itu

70) Novia Rispawati – Nasib Seorang Pengemis

71) Nurlaelan Puji Jagad - Ikrar Pagi

72) Pretty AW - Figur Syahadah

73) Rizky Muhammad Alfajar – Perempuan Biru

74) Reni Nurhasanah – Aku Berpijak di atas Bebanmu

75) Rahmat Hidayat – Manusia dan Tuhan

76) Rahman Bustami Hidayat – Rona Merah

77) Rassela Malinda – Perempuan Tua Yang Berpeluh Air Mata dan Darah Ini Adalah Ibumu

78) Reza Anindita - Testimoni Pengungsi

79) Rian Ibayana - Sabung Patana

80) Sami’an – Pesan Untukmu

81) Sandza - Lukisan Gurat Urat Ayah

82) Sadheva D (Zahid Panji Sadewo) - Dansa Purnama

83) Septantya Chandra – Parfum

84) Sinar Yunita Purba - Kharispia, Teduh Di Antara Penat...

85) Sujud Arismana - T r i

86) Suci Nurani wulandari - Ada dan semudah itu

87) Siti Khumairah – Dongakkan Khayal

88) Shofiana Amini Rizki – Untuk Selamanya

89) Saniatul Husna – Siput Tak Bercangkang

90) Siti Aisyah Juliana – Sahabatku

91) Taufiqoh Rahma – Terjatuh

92) Udin Sape Bima - Bima Kembali Berduka

93) Umi Lutfiah - Untukmu, Ibu

94) Uswatun Hasanah – Kisah Siswa Gadungan

95) Wahyu Ardhiana Anggraini - Aku Memanggilnya Ibu

96) Widya Ajeng Pemila - Tak Perlu Lagi

97) Wicha Spicca Breeze - Palung Keimanan

98) Wulan (Luna Sancaka) - Anak Bangsa Hari Ini 17082010

99) Winarni Lestari - Jangan Ketuk Jendela Kamarku

100) Yori Kayama - Tentang Dini Hari

Jika ada kesalahan penulisan nama penulis dan judul puisi, segera beritahukan ke admin. bagi semua peserta lomba, baik yang lolos maupun yang tidak lolos, karyanya akan dimuat secara bertahap di buletin embun. salam sastra.

TTd

Panitia Lomba

ANTOLOGI RINAI RINDU

Bismillahirahmanirrahim....

Assalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh

Berikut adalah daftar namanama peserta yang puisinya akan dibukukan dalam antologi puisi "Rinai Rindu untuk Muhammad Kekasih-Mu"

1. 47. Mahfudz A Yoga Darmora - Epitaf Rindu

2. 126. Ahmad Ijazi H - Mahar Kerinduan

3. 210. A'yat khalili- Kasidah Rindu Sebelum Mati

4. 39. Arif Fitra Kurniawan - Duri-Duri Kerinduanku, Himada

5. 390. Fahrur Rozi Atma - Mengalamatkan Rindu

6. 187. Arther Panther Olii - Perihal Rindu yang Berlayar Mencari Pelabuhan Paling Madu

7. 143. F Rizal Alief - Puisi untuk Kanjeng Nabi

8. 220. Dalasari Pera- Aku Biarkan Manik-manik Berjatuhan

9. 379. Niken Kartikasari - Rindu Yang Selalu Ranum; Kepada Engkau, Yaa Habiballah

10. 389. Luqman Tambusi - Sabdamu yang Mengeram

11. 292. Faisal Syahreza- Aku Bershalawat di Kota Ini

12. 136. Sudianto - Migrasi Air Mata ke Padang Senja

13. 91. Ilham Jatioko - Ekstase Rindu

14. 154. Fina Lanahdiana - pada Sebuah Gigir Rindu

15. 263. Aksan Taqwin Embe. Menuai Lelaki wajah Syurga

16. 176. Lauh Sutan Kusnandar - Larung Rindu

17. 304. Faizal Oddang- Kabar dari Seorang Pemijah Laron: Untuk Muhammad SAW . bin Abdullah.

18. 231. Nadrah Chino - Larik Rindu

19. 67. Imam Eka Puji Al-Ghazali - Di Ambang Telaga Shafar

20. 24. Abu sudar- Riwayatmu yang Aku Rindu

21. 46. Pringadi Abdi Surya - Tiga Air Mata untuk Kekasih Allah

22. 61. Kamil Koma - Nyanyian Hantu

23. 230. Shohifur Ridho Ilahi- Perahu Dini Hari

24. 306. Rizky Muhammad AlFajar- Secarik Kelambu ka’bah

25. 309. Budhi Setyawan- Kasidah Pohon Pohon Kurma

26. 22. Agus Kindi- Lelaki Berjubah Langit

27. 6. Matroni el-Moezany. Malam Tanpa cahaya

28. 112. Aprilia Damayanti - Gelagat Rindu

29. 73. Jun Nizami - Amul Huzni

30. 300. Lina Kelana- Tentang Rindu yang Tak Bisa Kubayar Lunas pada Pagi, Siang, Malam dan Detik-detik Gelisahku

31. 219. Seruni. Salam Dari Sajadah Kumal

32. 74. Wahyu Wibowo - Telaga Kasih

33. 281. H.C Luthfie- Cahaya Muda Muhammadku

34. 377. Budi Saputra - Sajak Rindu kepada Kekasih-Mu

35. 227. Rian Ibayana- Seperti Waktu yang Berjalan

36. 191. Rahmat Fajar - Langgam Tanah

37. 179. Moh. Ghuron Cholid - Cermin Waktu yang Selalu Kurindu

38. 146. Malam Gerimis - Alifpun Masih Tegak Lurus Seperti Belati

39. 141. EL- Paso dhuro - Laki-laki Pembelah Bulan yang Dirindukan

40. 129. Thonni Mukharrom IA - Sobekan Cerita Cahaya

41. 19. Imam Apriansyah - Beberapa Alasan Kutembangkan Shalawat untukmu, Ya Rasulullah

42. 194. Gendut Pujiyanto - Rindu yang Merapat

43. 18. Oksa Puko Yuza - Mencari Nama Tanpa Wajah

45. 339. Rafiqi Kalaras - Segala Rindu

46. 361. Massuha El Arief - Maulidia Di Kota Senja

47. 218. Sofyan RH. Zaid- Kepada Kekasihku, Muhammad

48. 128. Irsyad - Meski Harus Melewati Berjuta Doa

49. 94. ‘Ainun Kurnia - Kerinduan di Rimpuh Zaman

50. 110. Gea Harovansi - Lelaku yang telah Dikhianati Tubuhnya

51. 180. Amin Sahri - Seraya Rindu

52. 327. Khairul Umam - Rindu Kasihmu

53. 259. Romaiki Al Hafidz - Manusia Berbulu Rindu

54. 324. Ipung Arrafa - Ku Kecup Rindu Dengan Shalawat

55. 149. Faiz Al Faridzi - Meski Hanya Senyala Dzarrah

56. 144. Syaiful Rahman - Deru Rindu padamu Muhammad

57. 77. WH Mahardhika - Musim yang Tak Terpetakan

58. 54. Nazar Shah Alam - Ada Semacam Rindu di Kelam Buta

59. 284. Kaslan Al-Mandury- Untuk Siraj Al- Munir

60. 76. Azie Narullah - Entah Sejarah, Ataukah...

61. 56. Muhammad Mak - Yang Kau Sematkan Mulai Berpaling Darimu dan Dari-Nya

62. 225. Alif Raung Firdaus -Kasidah Bagi Rasul

63. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu

64. 52. Ritsa Mahyasari - Rindu yang Tak Mampu Ku Bisikkan

65. 319. Kurnia Hidayati - Yang Layak Dirindukan

66. 32. Prabu Magis - Tanpa Nada

67. 323. Rey Seniman Langit - Puisi Untukmu Kekasih

68. 280. Farid Kacong Alif- Muhammad

69. 266. Baiq Desi Luthfiana- Sebuah Lubang di Hati

70. 301. Anugrah Roby Syahputra - Tentang Sepotong Rindu yang Merasuk Qalbu

71. 255. Mz. Sami'an - Renung Rindu Pada Sang Bestari

72. 305. Dee Dyantry- Tahajud Rindu

73. 270. Iskandar Alif - Asma Rindu Di Ufuk Iqro'

74. 40. Mahdi Idris - Sebab, Merindukanmu

75. 158. Halim Nur Yahya- Rindu Syafaatmu Yaa Muhammadku

76. 295. M. Danial Bangu - Yaa Rasulullah

77. 302. O'onks F. Rachman- Antara Muhammad dan Sajakku

78. 177. Akhy Dirman Al-Amin - Meniti Jejak Rasulullah

79. 307. Chifrul El Hamasah- Mataku Meraba Rindu

80. 109. Dika Ambarwati - Rindu Kolosal pada Muhammadku

81. 41. Mawardi - Ya Rasul

82. 200. Ach. Cholid Djamali - Rinai Rinai Cinta Abadi

83. 373. Haden Mulyono - Rekah Cinta di Dasar Pantas

84. 256. Om Dompet - Selaras Muhammad

85. 289. Astuti A.Palupi - Rindu Yang Mengaku Rindu Kekasih-Mu, Aku...

86. 51. Ummu Aysyi - Penghulu Zaman

87. 5. Tubagus Rangga Efarasti - Selumbung Jiwa Kami Merindu Rasul

88. 104. Muhammad Qoyyum - Musahabah Rindu

89. 171. Syukron-i Dzunnurain - Kerinduan Hina

90. 364. Fiyan Arjun - Ya Rasulullah Ya Habibillah

91. 82. AD. Rusmianto - Langgam rindu

92. 30. Agus Nugroho - Bulir Rindu untuk Kekasih Allah

93. 189. Serenade Ungu - Mengeja R.I.N.D.U

94. 108. Rirus Farabi - Dalam Pencarianku

95. 376. Ibnu Ziddan - Uhanin

96. Jhody M. Adrowi

97. Raffa Muhammad

98. Nawang Wulandari

99. Elaine Firdausza

Alhamdulillah, inilah namanama yang puisinya akan dibukukan. Dan 100% Royaltinya akan digabung dengan Royalti Buku Antologi Puisi "mengukir Cahaya Ramadhan", "Give Spirit For Indonesia", "Sketsa Angin Di Atas Pasir" yang akan disumbangkan untuk dana kemanusiaan.

Bagi para peserta yang puisinya tidak terpilih, bukan berarti puisinya jelek atau tidak bagus, namun seperti yang sudah saya katakan, melainkan rezeki yang belum Allah Subhanahuwata'ala berikan kepada kalian. Tetap semangat menulis ya...!

Wassalamu'alaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Penyelenggara

Elaine Firdausza & Nawang Wulandari

Minggu, 04 Maret 2012

KASIDAH HUJAN

KASIDAH HUJAN

masuklah ke dalam saku jaketku, dik
hujan telah menyeret kita ke ruang yang maha basah
jangan kau tunjukan gemetar saat dingin semakin mencubit
dan petir melesatkan getir.
tak perlu sungkan, dik
masuklah dengan senang hati
sebab dunia kerap membekukan langkah
ceruk abad tak jua menguyurkan restu
berlainan dengan hujan yang senantiasa berkasidah di sembarang waktu.

masuklah ke dalam saku jaketku, dik
berbenahlah dengan setia.

2012

Minggu, 19 Februari 2012

MAJALAH SAGANG (RIAU) EDISI JANUARI 2012

Sajak Perjalanan

tak ada yang lebih tenang

selain menyelami matamu

di sesak perjalanan

2011

KEMARAU TAK BERJARAK

bumi retak

langkah menyulut prahara

kata demi kata menjadi api

menjalar

ke belantara dan padang belukar

kemarau tak berjarak

saujana

kering mengerling di kening

sementara sajak demi sajak bukanlah mantra jitu

buat mengundang hujan.

kemarau tak berjarak

puisi menjadi prahara

sayang, aku butuh gerimis

bukan airmata.

2011

PATENGGANG

Rindu ini melangit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas yang berlari kencang.

Rengganis, berkacalah pada kemarau dan hujan

terlalu lama senja tiada turun lembayung

terlalu lama cemas ini memuncak

sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

atau sekedar memperkaya malam-malam purnama.

Rengganis, tolong titipkan jika benar rindu merepih hati

sebelum waktu menjajah kita kembali.

Rindu ini menembus langit, melebar merambah hutan-hutan

seperti kijang emas berlari kencang

Rengganis, bila cinta ada, harus kucari kemana?

Terlalu lama malam sepi gemintang

telaga hilang riak

hilang embun dari pucuk daun.

Sungguh tiada lagi yang mesti dicatat untuk sejarah

Rengganis,

merapatlah, kita pecahkan rindu di batu

merapatlah jua pada wujud perahu yang selesai kubangun

kita layari telaga ini

bukti pencarian.

Situ Patenggang

26 Agustus 2007

*Patenggang berasal dari kata Pateangan-teangan (Bahasa Sunda) yang berarti Saling Cari.

TELAGA RINDU

Yang terhampar luas di mata kesunyian,

adalah genangan harap tak terhingga, cekungan rasa tak berujung.

Oh, aku terperangkap kaku pada tubuh yang gigil merindu.

Menanti, menangkap kelebat cahaya di langit bulan suci.

Sementara yang terperangkap pada kental udara malam,

adalah gelombang cemas yang berputar di sekitar bulan setengah lingkaran,

bersama getar hati yang mengeja musim dan gerak arloji.

Yang menjulang hingga ke puncak

adalah mercusuar tak terjangkau tingginya, gelisah damba yang merambah langit.

Menanti, tawaf disepanjang malam seribu bulan.

Sementara yang terperangkap pada desau angin pagi

adalah gejolak bahagia yang tak terbatas dan menggelembung ke atas.

JULI 2011

SUBUH DI GAMBIR

Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri,

mengejar gerbong bisu yang baru datang.

Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta dingin.

Ah, lelah jua di sini

kutambatkan cemas pada puncak monas.

Stasion Gambir 2011

TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan

mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik

apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.

sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari

memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda

asing.

kemudian segenap kenangan yang sempat membukit

perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan

ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.

seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.

langkah dan peristiwa tak terukir di batu.

2011

SMS BUAT CHAIRIL ANWAR

Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.

Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,

Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung

lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.

Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.

Bung, negeri ini wajib selamat

namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik

Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.

Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi

segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.

Bung, negeri ini hilang wajah

semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis

tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.

Jalan juangmu terlindas terus-menerus

oleh gerbong-gerbong kekuasaan.

Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.

Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?

semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.

Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?

Jika setuju, tolong balas sms ini.

2011

http://www.majalahsagang.com/majalah-160.html

Minggu, 08 Januari 2012

CATATAN 2011

1. SRIWIJAYA POST 13 JANUARI 2011 (4 PUISI)
2. RADAR TASIKMALAYA 27 MARET 2011 (5 PUISI)
3. KABAR PRIANGAN 6 JULI 2011 (4 PUISI)
4. SINAR HARAPAN 31 JULI 2011 (6 PUISI)
5. KABAR PRIANGAN 24 AGUSTUS 2011 (4 SAJAK SUNDA)
6. SUARA PEMBARUAN 19 JUNI 2011 (5 PUISI )
7. RADAR TASIKMALAYA 18 SEPTEMBER 2011 (1 CERPEN)
8. BULETIN JEJAK SEPTEMBER 2011 (3 PUISI)
9. SUARA MERDEKA 16 OKTOBER 2011 (7 PUISI )
10. KORAN KAMPUNG LOMBOK Oktober 2011 (beberapa Puisi)
11. SUARA PEMBARUAN 18 DESEMBER 2011 (4 PUISI)
12. RADAR TASIKMALAYA 18 DESEMBER (4 PUISI)

* dapat info dari teman, beberapa sajak sunda saya dimuat di GALURA edisi Agustus minggu ke-4
namun karena belum mendapat informasi yang pasti, untuk sementara sengaja belum saya catat.

Demikian catatan 2011 ini

Sabtu, 17 Desember 2011

RADAR TASIKMALAYA 18 DESEMBER 2011

KOI

apa yang hendak dipilin selain mengamini angin

yang menggiringmu ke gigir dingin

sebab puasa rindu telah dikhatamkan waktu

perkenalan yang menjelujur arah tak daya meluruskan langkah

apalagi kisah

ah

apa yang hendak dihimpun dari detak yang berserak

dari debar yang raib di ubin.

saat irama-irama alam memanjakan debur umur

saat itulah kenangan memadat di dada.

apa yang hendak dirajut selain benang-benang ragu yang makin kusut

jarak yang melenggangkan gairah memupuskan deru temu

perkenalan yang melahirkan gejolak tak mampu memahat batu

apalagi hikayat baru

2011

SENJA TELAH SELESAI II

- Mengenang Almarhum Wan Anwar

Senja telah selesai, kelebat waktu telah mengantarkanmu

pada Nopember yang dingin dan lebih asing dari geladak kapal yang ditinggal nelayan.

Sampai pula pada malam-malam yang lebih pucat dari gugur gemintang.

Senja telah selesai. gelombang masa telah melayarkanmu ke Jauh

melewati pulau demi pulau, ketabahan karang serta palung-palung sunyi.

Tak ada lagi rintihan yang menggambarkan asam kenyataan

serta melukiskan jarak antara kerlip kota dan tambak-tambak.

Senja telah selesai

perjalanan dan pencarian

berakhir di Utara

ya, di Utara.

2009-2011

TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan

mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik

apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.

sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari

memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda

asing.

kemudian segenap kenangan yang sempat membukit

perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan

ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.

seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.

langkah dan peristiwa tak terukir di batu.

2011

SANGKURIANG DIPECUNDANGI WAKTU

-

Ferry Fauzi Hermawan

Siapa sangka waktu seterjal tebing bisu

keras dan kaku

berkepinglah tubuh

ketika pikiran meloncat jauh

menerjangnya.

Aku ingin lebih renta dari waktu

dari musim

dari cuaca

dari daun kerontang yang gugur tadi pagi

aku ingin lebih renta dari Sumbi.

Siapa sangka waktu selicin angin

mustahil kembali

ingin aku bersemayam di lain rahim

di lain perut

biar kupinang kau, tanpa takut.

Siapa sangka

aku hilang daya

remuk

kaku

nihil dipecundangi waktu.

8 Juni 2009


SUARA PEMBARUAN 18 DESEMBER 2011


SUBUH DI GAMBIR


Puluhan kuli panggul terjaga dalam pikirannya sendiri, mengejar gerbong bisu yang baru menggeliat

Angin menukik pada bangku-bangku perak, mencipta gejolak di subuh dengan dingin menyayat.

Ah, lelah jua di sini

kutambatkan cemas pada puncak monas.


Stasion Gambir 2011




SMS BUAT CHAIRIL ANWAR

Bung, negeri ini gawat darurat, jalan juang seperti diperalat, hampir sekarat.
Setiap orang bermata merah, bahkan lebih merah dari matamu bung, lebih basah,
Predikat jalangmu bukan apa-apa karena banyak yang lebih jalang darimu bung
lebih lantang, lebih berani, lebih binatang.
Budaya rakus yang kakus mendarah daging sehingga menggerogoti negerinya sendiri.

Bung, negeri ini wajib selamat
namun segala peluang dan obat telah disuntik taktik-taktik
Bermacam starategi seperti gerigi yang memotong habis cahaya pagi.
Yang lebih liar darimu tak terbilang lagi
segala jalur ditempuh demi sulur ambisi.
Bung, negeri ini hilang wajah
semangat Dipenogoro serta Karawang-Bekasimu seperti terbakar habis
tinggal asap yang mengendap membangkitkan sesak.
Jalan juangmu terlindas terus-menerus
oleh gerbong-gerbong kekuasaan.

Bung, negeri ini wajib diselamatkan, meskipun semangat seperti hendak tamat.
Otakmu terang cemerlang, adakah kisi-kisi misi membangun kembali?
semacam akar yang keluar biar kelar segala kelakar.
Bung, bagaimana jika kita pancung saja semua pengerat itu?
Jika setuju, tolong balas sms ini.


2011




TENTANG ISTANA (KEBUN TEH ) TERAKHIR

akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan perjalanan
mata juang disuguhi punggung takdir yang menjauh seiring terbunuhnya detik
apa yang pernah terhimpun musnah di belakang kabut.
sementara waktu telah mengurung denyut dari jauh hari
memenjarakan debar pada jeruji yang berbeda
asing.

kemudian segenap kenangan yang sempat membukit
perlahan mesti dilayarkan ke jauh dengan rakit ketabahan
ribuan rasa yang sempat mendaun jarum, merimbun cemara.
seperti senja yang condong ke bawah bumi. berakhir di atap bisu
akhirnya jarak jualah yang mengkhatamkan kedip harap.
langkah dan peristiwa tak terukir di batu.


2011



SANGKURIANG DIPECUNDANGI WAKTU

- Ferry Fauzi Hermawan

Siapa sangka waktu seterjal tebing bisu
keras dan kaku
berkepinglah tubuh
ketika pikiran meloncat jauh
menerjangnya.

Aku ingin lebih renta dari waktu
dari musim
dari cuaca
dari daun kerontang yang gugur tadi pagi
aku ingin lebih renta dari Sumbi.

Siapa sangka waktu selicin angin
mustahil kembali
ingin aku bersemayam di lain rahim
di lain perut
biar kupinang kau, tanpa takut.

Siapa sangka
aku hilang daya
remuk
kaku
nihil dipecundangi waktu.

8 Juni 2009



KOI

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...