Minggu, 30 Oktober 2011

CATATAN PERJALANAN SEBELUM KE RESEPSI PERNIKAHAN SIGIT IBRAHIM DAN ROSE PUTRI

"DEMI KEBERSAMAAN

bagi rekan-rekan yang mau menghadiri resepsi SIGIT DAN ROSEU

Harap Kumpul si SMANSADEY setengah satu

Terima kasih"

Demikianlah isi sms yang saya luncurkan kepada hampir 60 rekan khususnya pada rekan alumni 2006 dan umumnya kedapa semua yang kenal pada kedua mempelai.

Beberapa menit berselang, balesan sms dari teman-teman membabi buta masuk ke hp saya yang hanya mempunyai kapasitas 500 sms. Inbox penuh, sehingga dengan terpaksa saya mesti menghapus satu persatu sms. Isinya hampir sama,yaitu menyatakan kesiapan dan kesanggupan. Meski ada beberapa yang berkomentar tentang Hujan. Yaitu Reni Mulyani dan Bocah Ireng Ngalalakon. Bahkan kepada bocah ireng saya menyuruh moe kolor na suhunan sebagai penghalang hujan. Sepertinya dia tidak melakukannya sehingga apa yang ditakutkan benar-benar terjadi.

Tepat jam dua belas, usia kandungan mendung sudah mencapai puncaknya, hujanpun turun ketika saya sedang berbincang-bincang dengan Soni Indra dan Yadi Karbit di beranda rumah.

Jam satu kurang lima belas menit, sms demi sms seperti peluru NATO yang menggempur TRIPOLI. Masuk bertubi-tubi. Temanya hampir sama, semua bertanya" geus karumpul acan?" dengan mantap dan bijaksana. Saya jawab, langsung ke lokasi saja, saya masih di rumah. (ngajanjian setengah satu, jam satu kurang masih di imah ). Setelah mantap menggunakan Batik Cirebon, saya langsung berangkat ke SMA bersama Soni sambil membawa titipan KADO dari Imelda yang pada saat itu tidak bisa menghadiri karen ada kepentingan keluarga. Di SMANSADEY tercinta sudah menunggu Reni, Ape, Riana, Dwi, Rina, dan Yondra. Tak lama kemudian, satu persatu teman hadir dengan stelah paling WAAAAAH. Munculah ideu untuk mengabadikan setiap moment kala itu, saya menyuruh rekan-reekan buat berfhoto dulu, dengan senyum riang mereka setuju.

UJIAN DI PERJALANAN

Sebenarnya saat menunggu di SMA, hujan sudah reda. Kami pun siap berangkat, setelah memastikan tak ada lagi rekan yang mesti ditunggu (Karena EKI GINGIN masih di Panyocokan, kapaksa dittinggalkeun). Cigah nu seserahan kamipun ngabring. Rupanya cuaca benar-benar tak mendukung perjalanan, hujan tiba-tiba mengguyur deras. Saya dengan Kankan terpaksa berteduh di Bank BJB, sementara yang lain ada yang ngiuhan di bawah pohon, di bengkel dan ada juga yang pura-pura mau pesan kamar di sindang reret.

Ketika berteduh, saya melihat DECIS dengan YEU DINI melintas, padahal masih hujan "Uhmm romantis abis". Disusul oleh KARBIT.

Hujan sedikit reda, saya dan Kankan melanjutkan perjalanan. SIAL BERIBU SIAL hujan deras kembali sehingga memaksa kami berteduh untuk kedua kali di GARASI BUS PUTERA SETIA. Hampir setengah jam kami berdua berteduh di sna, ada ideu bagus dari kankan untuk membeli Cuanki, kamipun melahap dulu semangkuk Cuanki di saat dingin.MAKNYOOOS. Sambil berkomunikasi dengan rekan-rekan yang masih di belakang. Rupa-rupanya, entah siapa yang mencetuskan ideu buat naik TAXI KUNING. Rekan-rekan yang dibelakang menyewa sebuah angkot dan menitipkan motor mereka di bengkel dan rumah makan padang. (PADAHAL HUJAN GEUS RAAT) aya aya wae.

Perjalananpun dilanjutkan sampai ke tempat tujuan. Proses sasalaman berjalan dengan lancar, doa dan doa bertaburaan buat kedua mempelai. Senyum ceria tersungging ikhlas baik dari tamu maupun Sigit dan Roseu. Rupanya, di lokasi acara, ada beberapa teman yang sudah datang seperti Ana Suryana, Devi Ballack, Wulan, Herly termasuk tukang angkut piring dan sound sistem, mereka sudah mangkal dari pagi.

Inilah inti yang sebenarnya dari RESEPSI pernikahan MANTAN KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS SMANSADEY tahun 2005 ini selain proses mendoakan kedua mempelai "Barokallohula ...." doa yang diajarkan Pa Dudung waktu sekolah. Yaitu MEREKATKAN SILATURAHMI. Saya mendengar celetukan-celetukan dari teman yang hadir. "Ieu mah Cigah Reunian" Ya memang, ini seperti reuni bahkan lebih. Banyak hal yang dapat diambil hikmahnya selain temu rindu semata.

Semua proses berjalan lancar diakhiri dengan POPOTOAN sautahna.

Ada beberapa hal yang saya catat dan patut diapresiasi

1. Rekan-rekan sudah tidak malu lagi memakai BATIK. Ya, mayoritas rekan2 yang hadir memakai batik. SAYA SUKA GAYA KALIAN

2. Resepsi ini menumbuhkan kesadaran rekan2 yang jarang bergabung sehingga menjadi candu untuk selalu hadir dalam acara yang digelar. (bukan nikahan saja) termasuk KAKAREN LEBARAN, ULTAH PURBA dan lain-lain.

3. Menumbuhkan semangat kebersamaan... termasuk menumbuhkan budaya narsis di depan kamera.

4. DEVI BALLACK mengajak membuat acara di MT HIDHLAND. kenapa tidak? mari kita manfaatkan kesempatan ini.

5. Menjadi faktor penyemangat buat rekan2 supaya segera menikah.

6. beuki ngacaprak ieu catetan

7. Melihat sedemikian banyaknya rekan yang hadir, ada celetukan "Mahi saBEUSeun" keur ka Peserta Pangandaran

PANGANDARAN YUUU

PANGANDARAN YUUU

ah cape, tulisan ini tak lain sebagai curahan rasa bahagia atas menikahnya sahabat perjuangan saya SIGIT IBRAHIM DAN ROSE PUTRI sungguh saya ingat betul perjalanan cinta pertama kali antara kalian.

SEMOGA Rose dan Sigit menjadi keluarga yang tidak menakutkan "Mengutik kata2 SANDI na panggung" keluarga barokah, dan mengahasilkan keturunan yang barokah juga.

AKHIR KATA

saya ucapkan

SELAMAT BELAH DUREN.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

CARITA TINA DUA CARITA (CARPON RIAN IBAYANA DI AYOBANDUNG.COM 20 MARET 2021)

Carita Tina Dua Carita               “ Ké ké naha kuring aya dimana? Dimana ieu? Asa kakara kuring ka tempat ieu, naha bet aya di dieu?“    ...